Hayden Winters, penulis novel thriller menginap di Peach Tree Inn, rumah tua yang dijadikan penginapan di Honey Ridge, Tennessee. Hayden sengaja memilih kota kecil di daerah selatan USA yang tenang supaya fokus menyelesaikan novel terbarunya.
Selama tinggal di penginapan, Hayden sering bermimpi tentang Josie, wanita penghuni rumah tersebut sebelum dijadikan penginapan.
Buku pun terpecah menjadi 2 alur. Masa kini dan masa lalu.
Di masa lalu tahun 1867, Josie, gadis yang tinggal di rumah tersebut kesal saat William, kakak iparnya mendatangkan teknisi dari utara untuk pabrik penggilingan keluarga. Saat itu perang saudara antara bagian selatan dan utara sudah usai, namun Josie tetap menganggap kaum Yankee dari Utara adalah musuh.
Dari buku ini saya baru tahu bahwa sebutan Yankee untuk orang-orang USA kawasan utara (negara bagian seperti Massachusetts, Connecticut, New York, dll). Selama ini saya tahunya Yankees itu nama tim baseball yang bermarkas di New York, yaitu New York Yankees. Ternyata Yankees asal muasalnya dari situ toh.
Sejak kehadiran Thad, si pria Yankee, Josie secara terang-terangan menunjukkan ketidak-sukaannya. Namun Thad selalu bersikap baik padanya. Sikap sewot Josie selalu dibalas dengan tangkisan humor, lama-lama membuat hati Josie luluh.
Ketika kisah mereka mulai menyerupai kisahnya sendiri, Hayden mulai menyadari bahwa mimpi-mimpi aneh itu seperti petunjuk untuk menyelesaikan konflik pribadinya.
Kedekatan Hayden dengan Carrie, pustakawan lokal yang manis dari keluarga baik-baik membuatnya bimbang. Bisakah wanita itu menerima latar belakang keluarga Hayden yang kacau? Seperti Josie yang selalu senewen dengan Thad yang Yankee.
Benang merah yang mau disampaikan penulis barangkali bahwa garis keturunan bukanlah sesuatu yang bisa kita ubah. Yang terpenting adalah perilaku kita dalam menjalani hidup.
Bintang 5/5. Pesan moralnya dapet banget.




