Musim Berburu – Linda Howard

Perdana baca bukunya Linda Howard. Nggak punya ekspektasi apa-apa, awalnya kupikir cuma novel thriller dan sedikit romance, ternyatta banyak komedinya! 

Tidak seperti novel thriller pada umumnya, novel ini lebih kocak, penjahatnya tidak menyeramkan seperti kebanyakan buku lainnya. 

Cerita dimulai saat Daisy memutuskan untuk mengubah gaya hidup, tepat saat ulang tahunnya yang ke 34. Pustakawan kota kecil itu sudah muak dengan hidupnya yang membosankan, penampilannya yang biasa aja, dan sudah lama sekali tak pernah berkencan. 

Jadi Daisy mengubah penampilannya secara drastis. Mengganti warna rambut, menggunakan make up terkini, membeli pakaian baru. Bahkan Daisy memutuskan untuk keluar dari rumah ibunya dan tinggal di rumah kontrakan. 

Daisy yang ingin hidup bebas pun mengubah dirinya menjadi anak dugem, nongkrong dan joget semalaman di klub dan menggoda pria. Intinya Daisy siap jadi anak gaul yang diburu banyak pria. 

Tetapi kesenangan bebasnya berubah menjadi bahaya ketika tanpa sengaja dia menyaksikan pembunuhan yang seharusnya tidak dia lihat di klub. Si pembunuh berusaha untuk menyingkirkannya karena dianggap sebagai ancaman.

Jack Russo, kepala polisi baru setempat kebetulan ada di klub juga, mencoba melindungi Daisy yang sedang dalam bahaya. 

Jack yang suka memerintah dan mengatur keselamatan Daisy, memancing emosi Daisy dan membuatnya kesal. 

Sebetulnya Jack yang mantan anggota tim SWAT itu tidak berniat jatuh cinta padanya. Beberapa kali ia mengunjungi perpustakaan tempat Daisy bekerja untuk meminta bantuan dengan komputernya, sampai dia bertemu dengan Daisy di klub malam setempat dan mulai menyadari betapa cantiknya dia. 

Saya sangat menikmati percakapan antara keduanya sepanjang buku ini. Bikin ketawa melulu. Chemistry yang tumbuh perlahan antara mereka berdua menyenangkan untuk disimak. 

Mereka tidak mengira akan saling jatuh cinta. Tak satu pun dari mereka mengira bahwa satu sama lain adalah tipe mereka, tetapi ditengah cerita mereka menyadari bahwa pemikiran mereka salah. 

Novel ini sepertinya bakal saya baca berulang-ulang karena dialognya lucu dan cara ceritanya tidak membosankan. 

Bintang 4/5

Holiday in the Hamptons

Felicity “Fliss” Knight merasa hidupnya baik-baik saja sejak ia pindah ke di Manhattan dan menjalankan bisnis penitipan anjing dengan Harriet saudara kembarnya. 

Sampai suatu hari Daniel, kakak laki-lakinya mengatakan bahwa ia tak sengaja bertemu mantan suami Fliss di klinik hewan saat Daniel membawa anjing pacarnya yang sakit. 

Fliss pun panik mengetahui Seth, mantan suaminya pindah ke Manhattan. Sebagai pemilik jasa penitipan anjing, banyak kemungkinan bertemu Seth yang berprofesi sebagai dokter hewan. 

Jadi ketika mendapat kabar neneknya jatuh sakit, Fliss memutuskan untuk melarikan diri dari Manhattan dan menghabiskan musim panas di Hamptons, tempat mereka biasa berlibur setiap musim panas saat masih kecil. 

Sialnya setelah berjam-jam menyetir dan tiba di Hamptons, ia malah berpapasan dengan Seth. Lagi-lagi Fliss panik dan merasa perlu menjaga jarak untuk melindungi hatinya, maka secara spontan ia berpura-pura menjadi saudara kembarnya. 

Sebaliknya sejak 90 detik pertama bertemu Fliss, Seth yakin bahwa itu mantan istrinya. Namun 

Dia tahu Fliss sulit didekati. Seth pernah mengecewakannya sekali, tetapi dia bertekad untuk tidak membiarkannya pergi untuk kedua kalinya. Jadi Seth pura-pura tidak tahu dan mengikuti permainan Fliss. 

Fliss dan Seth pernah menjalani pernikahan dini yang diputuskan dengan gegabah tanpa restu orang tua saat Fliss berusia 18 tahun. Pernikahan singkat di musim panas berakhir cukup traumatis. 

Di balik penampilan luarnya yang tangguh, sebenarnya Fliss sangat tertutup dan tidak percaya diri. Setiap masalah dihadapinya sendiri dan tak pernah mengakui bahwa dia membutuhkan bantuan. 

Sepuluh tahun berlalu tanpa kontak, lalu bertemu lagi membangkitkan rasa penyesalan, rasa bersalah, dan pertanyaan apakah mereka masih saling mencintai.

***

Buku ini merupakan buku ke 5 dari seri “From Manhattan With Love”. Saya terhibur baca tulisannya Sarah Morgan, gampang banget terbayang kalau dijadikan film komedi romantis. 

Ceritanya ringan dan terasa sekali hawa liburannya. Nongkrong di tepi pantai, berlayar, anjing-anjing gemas, nenek dan ganknya yang heboh membuat keseluruhan kisahnya terasa hangat. 

Abis baca ini jadi pengen liburan ke pantai deh. 

Bintang 3/5

New York, Actually

Daniel, pengacara perceraian kesal dengan klien wanitanya yang memutuskan untuk kembali rujuk dengan suaminya gara-gara tips yang diberikan oleh Aggie, psikolog yang terkenal lewat website konsultasi asmara. 

Menurutnya, Aggie psikolog yang dinilai sok tahu, hanya berbekal segelintir curhatan singkat satu paragraf dari suami klien, Aggie dengan gampangnya memberi nasehat rumah tangga kliennya tanpa tahu keseluruhan masalah. 

Bahkan ia pun meragukan keabsahan Aggie sebagai psikolog. Nama belakang tidak dicantumkan, wajahnya pun tidak ditampakkan di website. Bisa jadi website tersebut dikelola tim dengan beberapa orang. 

Sementara itu, Daniel juga baru berkenalan dengan psikolog juga. Namanya Molly, gadis yang dilihatnya tiap pagi saat jogging di Central Park. Mereka berdua menjadi dekat gara-gara Daniel bersiasat menyewa anjing sebagai pancingan untuk berkenalan. 

Singkat cerita, Daniel dan Molly pun menjadi dekat gara-gara anjing Molly berteman dengan anjing sewaan Daniel. 

Di balik itu, Daniel tidak tahu bahwa Molly ternyata Aggie, penulis website yang membuat Daniel jengkel. 

Molly yang sukses mengajarkan orang lain tentang relationship dan percintaan, ironisnya kisah asmaranya sendiri penuh dengan kegagalan. 

Molly yang dulunya tinggal di London, pindah ke New York untuk memulai hidup baru setelah skandal publik  menghancurkan dan mempermalukannya dirinya. Ia menyimpan rasa bersalah dan malu atas hal-hal dari masa lalunya yang dipendam rapat-rapat. 

Begitu juga Daniel. Sebagai pengacara perceraian ia punya banyak alasan untuk skeptis tentang cinta. Dia menikmati kedekatannya dengan banyak wanita, tetapi tidak pernah berminat dengan hubungan jangka panjang, itu bukan bagian dari prinsip pribadinya.

Hubungan orang tua Daniel yang buruk selalu tertanam dalam memorinya. Menjadi pengacara perceraian dan melihat sisi buruk pernikahan setiap hari hanyalah pelengkap penderitaannya. 

***

Saat baca buku ini dengan mudahnya saya membayangkan sebagai film komedi romantis. Daniel dan Molly yang selalu ragu dengan komitmen jangka panjang, perlahan saling membuka diri dan mengubah prinsip mereka berdua. Bukunya lumayanlah buat bacaan ringan. 

Buku ini merupakan buku ke 4 dari serial From Manhattan With Love. Saya punya komplit sampai buku ke 6. Bacanya nggak harus urut kok, karena tiap buku nggak dibuat bersambung. 

Younger

Setelah beberapa lama Netflix nggak tersentuh, akhirnya nonton series lagi.

Episode awal memperkenalkan Liza, ibu rumah tangga umur 40-an yang baru bercerai dengan suaminya.

Rumah gono-gini pun dijual, mau ga mau dia hengkang dari rumahnya. Liza pun memulai babak baru kehidupan. 

Ditinggalkannya New Jersey dan pindah ke New York untuk mencari kerja. Di usia yang nggak muda lagi plus kelamaan jadi ibu rumah tangga, membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Saking putus asanya dibilang ketuaan mulu, Liza mengganti usianya jadi 27 tahun. Dibantu temen satu flatnya, gaya make-up dan berpakaian Liza dipermak abis jadi lebih muda.

Singkat cerita, Liza pun dapet pekerjaan menjadi asisten direktur marketing sebuah penerbit.

Atasan cewek yang usianya 40-an merasa cocok dengan Liza yang dinilai dewasa dan fokus berkarir, nggak seperti umumnya anak muda yang masih sibuk loncat karir sana-sini.

Sebagai cewek single yang sudah menjelma jadi 27 thn, ternyata bisa memikat hati Josh, seniman tato berusia 30 yang tinggal dekat tempat tinggalnya. 

Perbedaan usia yang cukup jauh, sering kali membuat Liza rada lemot dengan gaya pacaran yang eranya berbeda, belum lagi banyak istilah masa kini yang Liza ga nyambung.

Selain itu di tempat kerja, pimpinan Liza yang duda keren beranak dua, diam-diam mengagumi pemikiran dan cara kerja Lisa.

Lama-lama timbul perasaan naksir, yang tentu saja perasaan itu selalu ditepis Charles. Dalam benaknya wanita ini masih muda dan nggak ada tanda-tanda ingin segera menikah. Lagipula Lisa adalah bawahannya, tentunya ia harus bersikap profesional.

Lalu gimana dengan Lisa? Pilih Charles atau Josh? Tonton sendiri dong.

Nggak hanya kehidupan Liza yang disorot, percintaan pemeran lainnya juga nggak kalah seru.

Salah satunya Kelsey. Rekan kerja Liza yang sering gonta-ganti pacar.

Pacar-pacarnya Kelsey ini semuanya cakep-cakep dan setipe. Mana tipe wajahnya sesuai seleraku pula. Salah satu alasanku untuk bertahan nonton haha.

Selain Kelsey, kisah cinta Diana, atasan Liza juga nggak kalah seru. Diana yang cerdas, mapan, dan perfeksionis, beberapa kali gagal menjalin asmara.

Sejak season pertama, pria-pria yang dekat dengan Diana speknya tinggi, namun dipertengahan season, hati Diana berlabuh pada pria sederhana berdarah Italy, yang berprofesi sebagai tukang ledeng.

*

Serial yang sampai season 7 ini, ringan dan menyenangkan untuk ditonton. Durasi cuma 25 menit pula. Saking serunya seluruh season kelar saya tonton dalam waktu sebulan aja.

Sang Penakluk Kutukan – Arul Chandrana

Tertarik baca ini karena setting ceritanya di Pulau Bawean. Sebetulnya tidak jauh dari Surabaya (tempat tinggal saya), tapi untuk menuju ke sana, perlu naik kapal yang tidak setiap hari ada. Jadi kalo mau cepet, solusinya naik pesawat kecil.

Setelah baca ini, tentu aja saya makin penasaran untuk berkunjung ke pulau Bawean. Saya juga baru tahu dari buku ini, kalau penduduk Bawean menggunakan bahasa Madura, bukan Jawa. Banyak celetukan dan kosakata menggunakan bahasa Madura.

Pulau kecil yang padat penduduk, tentunya membuat gosip bergulir cepat. Namanya gosip, faktanya tidak selalu benar.

Ceritanya tentang Ranti, siswa SD berusia 10 tahun yang merupakan salah satu korban hoaks di Bawean. Ia sering kesal diledek teman-teman sekolahnya sebagai anak dukun. Bahkan gurunya yang merupakan kerabat dokter, kerap menyindirnya di dalam kelas.

Padahal ayahnya seorang herbalis. Beliau sering membantu orang menyembuhkan dengan ramuan dari tanaman yang tersedia di sekitar pulau Bawean.

“Biaya dokter kadang mahal, jadi Ayah membantu dengan pengobatan alternatif.” Begitulah penjelasan ayahnya tiap kali Ranti protes supaya Ayahnya berhenti kerja.

Setiap hari Ranti ke sekolah berjalan kaki sendirian melintasi hutan yang sepi.

Suatu hari di hutan, ia melihat Akdong, makhluk terkutuk yang diusir dari desa sepuluh tahun lalu. Wajahnya rusak, tidak ada alis. Hidungnya berpilin, bibirnya bengkak dan pipinya keriput.

Gosip penduduk menyatakan bahwa Akdong dan anaknya yang bernama Aknang adalah makhluk yang dikutuk oleh raja jin. Ranti pun lari ketakutan.

Setelah beberapa kali tanpa sengaja Ranti bertemu Aknang, anak Akdong di hutan. Penilaian Ranti berubah. Ternyata Aknang yang usianya sebaya dengan Ranti tidak menakutkan. Berdua mereka menjalin persahabatan.

Tentu saja Ranti tidak bilang siapapun, karena Ranti menyadari kesamaan mereka berdua, yaitu sama-sama korban hoaks. Dalam hati Ranti pun timbul tekad, suatu hari nanti ia akan membantu Aknang meluruskan fitnah yang menimpanya.

*

Buku ini sebetulnya lebih cocok dibaca anak-anak. Cara berceritanya seru, dengan sedikit ketegangan dan petualangan. Banyak pesan moral yang terselip di buku ini.