Fatal Affair – Marie Force

Jujur aja, cover aslinya rada norak gini ya, masih mendingan yang versi terjemahan Indonesia.

Nemu buku ini saat install ulang Gramedia Digital dan memutuskan langganan lagi biar bisa baca fiksi sepuasnya. Ternyata seri Fatal ini ada 16 buku dan sudah diterjemahkan Gramedia. Jadi saya berekspektasi seri ini pasti menarik.

*

John O’Connor, senator dari Partai Demokrat ditemukan tewas secara brutal di kamar tidurnya  oleh sahabat sekaligus kepala stafnya, Nick Cappuano. 

Detektif Samantha (Sam) Holland lalu ditugaskan menangani kasus ini. Sam yang sebelumnya menghadapi hukuman sesuai prosedur kepolisian akibat salah tembak yang menyasar kepada anak kecil, kini punya kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa secara profesional dia sanggup mempertahankan pekerjaannya. 

Namun betapa terkejutnya ketika ia memasuki TKP dan melihat Nick, pria yang pernah mengisi hatinya enam tahun lalu dan kemudian menghilang begitu saja. 

Nick ternyata saksi terpenting dalam kasus pembunuhan tersebut. Tentu saja Sam malas banget lihat tampangnya. Berbeda dengan Nick yang tampak kegirangan bertemu Sam lagi. Mengingat seri ini ada 16 buku, nggak heran kalau kisah asmara Sam dan Nick dibuat tarik ulur. 

Nick yang mengenal baik keluarga korban bersedia membantu Sam. Berdua mereka meluncur ke kediaman orang tua John. Seluruh anggota keluarga dan staf pun diinterogasi. 

Kasus ini sangat memilukan karena John sangat dicintai oleh keluarga dan stafnya, tetapi tusukan di leher dan multilasi pada alat vitalnya menunjukkan bahwa serangan itu sangat pribadi. 

John ternyata memiliki kehidupan rahasia yang tampaknya tidak diketahui siapa pun. Misterinya berlapis-lapis dengan korban yang kompleks. Daftar tersangkanya makin hari makin panjang.

Nick, yang mengaku kenal baik dengan korban sejak umur 18 tahun, pun terkejut dengan hasil temuan Sam. Gimana Sam nggak geregetan, bukannya Nick yang ngasih info, malah dia yang ngasih info. 

Makin geregetan saat Sam tahu bahwa asuransi jiwa John senilai jutaan dollar jatuh ke tangan Nick, bukan keluarga John. Dengan kesal Sam melempar file tersebut ke Nick. Nick yang tak tahu menahu tentang asuransi tersebut terkejut. 

*

Saya suka dengan semua karakter di buku ini, terutama Sam dan Nick. Bumbu asmara tidak mengurangi cerita utama, malah jadi makin seru bacanya. 

Alurnya bagus, misterinya dibuat berlapis dengan banyak petunjuk dengan alur yang mengalir lancar tanpa ada bagian yang bikin bosan. 

Sayangnya di akhir cerita, penjelasan sang pembunuh kurang memuaskan batin saya. Alasan membunuhnya kurang nendang. 

Bintang 4/5

Lanjut hunting buku berikutnya ah.

Musim Berburu – Linda Howard

Perdana baca bukunya Linda Howard. Nggak punya ekspektasi apa-apa, awalnya kupikir cuma novel thriller dan sedikit romance, ternyatta banyak komedinya! 

Tidak seperti novel thriller pada umumnya, novel ini lebih kocak, penjahatnya tidak menyeramkan seperti kebanyakan buku lainnya. 

Cerita dimulai saat Daisy memutuskan untuk mengubah gaya hidup, tepat saat ulang tahunnya yang ke 34. Pustakawan kota kecil itu sudah muak dengan hidupnya yang membosankan, penampilannya yang biasa aja, dan sudah lama sekali tak pernah berkencan. 

Jadi Daisy mengubah penampilannya secara drastis. Mengganti warna rambut, menggunakan make up terkini, membeli pakaian baru. Bahkan Daisy memutuskan untuk keluar dari rumah ibunya dan tinggal di rumah kontrakan. 

Daisy yang ingin hidup bebas pun mengubah dirinya menjadi anak dugem, nongkrong dan joget semalaman di klub dan menggoda pria. Intinya Daisy siap jadi anak gaul yang diburu banyak pria. 

Tetapi kesenangan bebasnya berubah menjadi bahaya ketika tanpa sengaja dia menyaksikan pembunuhan yang seharusnya tidak dia lihat di klub. Si pembunuh berusaha untuk menyingkirkannya karena dianggap sebagai ancaman.

Jack Russo, kepala polisi baru setempat kebetulan ada di klub juga, mencoba melindungi Daisy yang sedang dalam bahaya. 

Jack yang suka memerintah dan mengatur keselamatan Daisy, memancing emosi Daisy dan membuatnya kesal. 

Sebetulnya Jack yang mantan anggota tim SWAT itu tidak berniat jatuh cinta padanya. Beberapa kali ia mengunjungi perpustakaan tempat Daisy bekerja untuk meminta bantuan dengan komputernya, sampai dia bertemu dengan Daisy di klub malam setempat dan mulai menyadari betapa cantiknya dia. 

Saya sangat menikmati percakapan antara keduanya sepanjang buku ini. Bikin ketawa melulu. Chemistry yang tumbuh perlahan antara mereka berdua menyenangkan untuk disimak. 

Mereka tidak mengira akan saling jatuh cinta. Tak satu pun dari mereka mengira bahwa satu sama lain adalah tipe mereka, tetapi ditengah cerita mereka menyadari bahwa pemikiran mereka salah. 

Novel ini sepertinya bakal saya baca berulang-ulang karena dialognya lucu dan cara ceritanya tidak membosankan. 

Bintang 4/5

Holiday in the Hamptons

Felicity “Fliss” Knight merasa hidupnya baik-baik saja sejak ia pindah ke di Manhattan dan menjalankan bisnis penitipan anjing dengan Harriet saudara kembarnya. 

Sampai suatu hari Daniel, kakak laki-lakinya mengatakan bahwa ia tak sengaja bertemu mantan suami Fliss di klinik hewan saat Daniel membawa anjing pacarnya yang sakit. 

Fliss pun panik mengetahui Seth, mantan suaminya pindah ke Manhattan. Sebagai pemilik jasa penitipan anjing, banyak kemungkinan bertemu Seth yang berprofesi sebagai dokter hewan. 

Jadi ketika mendapat kabar neneknya jatuh sakit, Fliss memutuskan untuk melarikan diri dari Manhattan dan menghabiskan musim panas di Hamptons, tempat mereka biasa berlibur setiap musim panas saat masih kecil. 

Sialnya setelah berjam-jam menyetir dan tiba di Hamptons, ia malah berpapasan dengan Seth. Lagi-lagi Fliss panik dan merasa perlu menjaga jarak untuk melindungi hatinya, maka secara spontan ia berpura-pura menjadi saudara kembarnya. 

Sebaliknya sejak 90 detik pertama bertemu Fliss, Seth yakin bahwa itu mantan istrinya. Namun 

Dia tahu Fliss sulit didekati. Seth pernah mengecewakannya sekali, tetapi dia bertekad untuk tidak membiarkannya pergi untuk kedua kalinya. Jadi Seth pura-pura tidak tahu dan mengikuti permainan Fliss. 

Fliss dan Seth pernah menjalani pernikahan dini yang diputuskan dengan gegabah tanpa restu orang tua saat Fliss berusia 18 tahun. Pernikahan singkat di musim panas berakhir cukup traumatis. 

Di balik penampilan luarnya yang tangguh, sebenarnya Fliss sangat tertutup dan tidak percaya diri. Setiap masalah dihadapinya sendiri dan tak pernah mengakui bahwa dia membutuhkan bantuan. 

Sepuluh tahun berlalu tanpa kontak, lalu bertemu lagi membangkitkan rasa penyesalan, rasa bersalah, dan pertanyaan apakah mereka masih saling mencintai.

***

Buku ini merupakan buku ke 5 dari seri “From Manhattan With Love”. Saya terhibur baca tulisannya Sarah Morgan, gampang banget terbayang kalau dijadikan film komedi romantis. 

Ceritanya ringan dan terasa sekali hawa liburannya. Nongkrong di tepi pantai, berlayar, anjing-anjing gemas, nenek dan ganknya yang heboh membuat keseluruhan kisahnya terasa hangat. 

Abis baca ini jadi pengen liburan ke pantai deh. 

Bintang 3/5

New York, Actually

Daniel, pengacara perceraian kesal dengan klien wanitanya yang memutuskan untuk kembali rujuk dengan suaminya gara-gara tips yang diberikan oleh Aggie, psikolog yang terkenal lewat website konsultasi asmara. 

Menurutnya, Aggie psikolog yang dinilai sok tahu, hanya berbekal segelintir curhatan singkat satu paragraf dari suami klien, Aggie dengan gampangnya memberi nasehat rumah tangga kliennya tanpa tahu keseluruhan masalah. 

Bahkan ia pun meragukan keabsahan Aggie sebagai psikolog. Nama belakang tidak dicantumkan, wajahnya pun tidak ditampakkan di website. Bisa jadi website tersebut dikelola tim dengan beberapa orang. 

Sementara itu, Daniel juga baru berkenalan dengan psikolog juga. Namanya Molly, gadis yang dilihatnya tiap pagi saat jogging di Central Park. Mereka berdua menjadi dekat gara-gara Daniel bersiasat menyewa anjing sebagai pancingan untuk berkenalan. 

Singkat cerita, Daniel dan Molly pun menjadi dekat gara-gara anjing Molly berteman dengan anjing sewaan Daniel. 

Di balik itu, Daniel tidak tahu bahwa Molly ternyata Aggie, penulis website yang membuat Daniel jengkel. 

Molly yang sukses mengajarkan orang lain tentang relationship dan percintaan, ironisnya kisah asmaranya sendiri penuh dengan kegagalan. 

Molly yang dulunya tinggal di London, pindah ke New York untuk memulai hidup baru setelah skandal publik  menghancurkan dan mempermalukannya dirinya. Ia menyimpan rasa bersalah dan malu atas hal-hal dari masa lalunya yang dipendam rapat-rapat. 

Begitu juga Daniel. Sebagai pengacara perceraian ia punya banyak alasan untuk skeptis tentang cinta. Dia menikmati kedekatannya dengan banyak wanita, tetapi tidak pernah berminat dengan hubungan jangka panjang, itu bukan bagian dari prinsip pribadinya.

Hubungan orang tua Daniel yang buruk selalu tertanam dalam memorinya. Menjadi pengacara perceraian dan melihat sisi buruk pernikahan setiap hari hanyalah pelengkap penderitaannya. 

***

Saat baca buku ini dengan mudahnya saya membayangkan sebagai film komedi romantis. Daniel dan Molly yang selalu ragu dengan komitmen jangka panjang, perlahan saling membuka diri dan mengubah prinsip mereka berdua. Bukunya lumayanlah buat bacaan ringan. 

Buku ini merupakan buku ke 4 dari serial From Manhattan With Love. Saya punya komplit sampai buku ke 6. Bacanya nggak harus urut kok, karena tiap buku nggak dibuat bersambung.