Part Time Cowboy

Baca di Gramedia Digital

Sesuai judulnya, Eli Garrett adalah seorang part time cowboy. Kadang-kadang aja bantu kakaknya mengurus ranch milik keluarga, karena profesinya saat ini adalah wakil Sherif. 

Suatu hari saat patroli Eli berhenti ketika melihat mobil mogok di tepi jalan. Pengendaranya ternyata Sadie Miller, cewek berandalan yang pernah ditangkapnya sepuluh tahun yang lalu saat ia baru menjadi deputi sherif. Sadie Miller yang punya pengalaman pahit tersebut tentu saja mengingat Eli, deputi junior yang sok lurus dan sok jagoan. 

Dulu setelah dibebaskan karena tidak terbukti berbuat onar, Sadie yang saat itu berusia 18 tahun, keluar dari kota tersebut, melalang buana berpindah-pindah kota dan ogah balik lagi. 

Namun kini Sadie yang sudah berpikir dewasa dan berprofesi sebagai terapis, akhirnya dapet hidayah. Menyadari bahwa hidup nomaden cuma membuatnya kabur melulu dari trauma masa lalu. Sudah saatnya ia memberanikan diri balik ke Copper Ridge, napak tilas TKP, lalu berdamai. 

Maka Sadie memutuskan menyewa rumah di sebagian lahan ranch kediaman keluarga Gatret. Selama 5 tahun kontrakan tersebut akan dijadikan bisnis penginapan. 

Sementara itu, Eli, sang sherif terkejut saat mengetahui bahwa penyewa rumah di lahan keluarganya adalah Sadie. Kakaknya membuat ia kesal karena diam-diam menyewakan tanpa mendiskusikan terlebih dulu dengan adik-adiknya. 

Tinggal satu area membuat Eli dan Sadie seperti anjing dan kucing. Singkatnya setengah bab novel ini dipenuhi dialog saling sindir, yang grafik emosinya lama-lama memuncak lalu terjadilah adegan 21+ tanpa rencana. 

Menyesal? Pasti. 

Demi kewarasan timbul kesepakatan mereka berdua, bahwa ketertarikan fisik diantara mereka sulit dihindari. Maka solusinya adalah FWB. 

Duh, kecewa deh saya pas baca. Separuh buku ke belakang penuh dengan adegan kamar. Padahal saya pengen menikmati progres penginapan dan aktifitas di ranch untuk para turis. Harap maklum, namanya juga novel romance. 

Dengan berjalannya waktu, Eli dan Sadie mati-matian menjaga perasaan mereka agar tidak jatuh cinta, yang sudah pasti gagal dong. Keduanya frustasi, buat apa bercinta kalau nggak bisa mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. 

Bintang 2/5. Tapi saya memutuskan lanjut ke buku berikutnya karena udah terlanjur terbayang suasana kehidupan di ranch yang asik. Lagipula tulisannya enak dibaca. Sehari baca udah kelar saking ringannya. Siapa tau buku lanjutannya lebih suci, ya kaleee..