Chestnut Springs

Banyak yang bilang series ini bagus. Di toko buku import pun sepertinya berebut, sold out melulu. Untunglah ada Kindle.

Kelima buku ini menceritakan tentang Eaton bersaudara yang tinggal di Chesnut Springs, Canada. Kisah 3 pria bersaudara dan 2 teman yang menemukan tambatan hatinya, masing-masing dapat porsi satu buku.

#1. Flawless – 3/5
Rhet Eaton, si bungsu yang berprofesi sebagai Bull Ryder bikin ulah, video saat ia menuang susu ke kloset tersebar di internet dan membuat sponsor perusahaan susu menarik dananya.

Kip Hamilton sebagai agennya Rhet ngamuk doang. Diutuslah Summer, anak perempuannya yang baru lulus kuliah dan magang diperusahaannya, untuk menjadi asisten Rhet.

Tugasnya mengikuti Rhet 24 jam dan mendokumentasikan seluruh kegiatan Rhet di media sosial. Rhet yang awalnya risih dibuntutin lama-lama terbiasa. Berdua mereka menjadi tim yang kompak sampai timbul rasa cinta diantara mereka berdua.

Konflik standarlah ya, hubungan profesional dengan pribadi yang tipis batasnya.

#2. Heartless – 2/5

Kisah antara single dad dan baby sitter anaknya, dengan age gap yang lumayan jauh. Tema yang biasanya saya hindari untuk dibaca, cuma karena udah terjebak untuk baca komplit, mau nggak mau saya baca juga.

Saya nggak paham kenapa banyak yang suka sama buku ke 2 ini. Menurut saya Cade Eaton bisa dapet pasangan yang lebih dari Willa. Geregetan banget lihat Willa yang kampungan dan urakan. Sementara si Cade ini hot single dad idaman banyak wanita.

#3. Powerless – 1/5

Tema klasik 2 orang yang terjebak dalam friendzone selama bertahun-tahun.

Jasper, si anak angkat Eaton (yang nggak resmi) sejak remaja menyukai Sloane, sepupu cantik keluarga Eaton. Namun si Jasper yang minder merasa dia tidak sejajar dengan keluarga Sloane.

Walaupun Jasper sudah menjadi atlet terkenal dan bergelimang harta, jiwa mindernya masih aja melekat. Sloane terlalu cantik, terlalu kaya, terlalu ini itu dan sebagainya.

Menurutnya menjadi sahabat Sloane aja udah wah banget. Terlalu muluk kalau ia berharap lebih.

Banyak alasan deh si Jasper ini. Bosen bacanya, geregetan sama Jasper yang pasif tapi ngarep tak berkesudahan.

#4. Reckless – 4/5

Dari semua buku, seri yang ini yang lumayan bisa membuat saya nggak bisa berhenti baca saking serunya.

Berawal dari one night stand, Winter ternyata hamil. Dengan panik ia mencari tahu kontak si pria dari Google.

Winter : Hi, it’s Winter. Is this Theo Silva? Are you getting my voicemails? I’ve left three now. Theo : Yes. I’ve gotten your voicemails. I’m not interest in talking. Winter : Listen, I’m trying not to be a full-on bitch to you right now. But can you please call me? I need to tell you something. Theo : Then tell me. Winter : Via text? Theo : Yup. Winter : Fine. That night in the hotel, a condom must have broken, I’m pregnant. The baby is yours. Thought that might interest you. Theo : Thanks for letting me know.

Gitu doang responnya. Sialan kan?

Setahun kemudian tanpa sengaja mereka menjadi tetangga sebelah. Theo heran, mengapa Winter selalu bete dan emosi tiap diajak ngobrol Theo. Ketika Winter di puncak amarah, “Kamu nggak nyadar kalo itu anakmu?”

Duarrr, bagai tersambar petir, Theo kebingungan. Usut punya usut ternyata SMS yang dulu dikirimkan Winter salah sasaran. Si cowok tidak pernah menerima SMS tersebut.

Setelah kesalah-pahaman beres. Perpektif mereka pun berubah. Winter pun akhirnya memberikan kesempatan kepada Theo untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab

#5. Hopeless – 5/5

Beau dan Bailey bertetangga sejak kecil. Bedanya Beau dari keluarga baik-baik dan terpandang, sementara Bailey dari keluarga berandalan.

Banyak yang bilang buku ini yang terburuk, padahal menurut saya malah yang terbaik. Ide ceritanya lumayan unik. Tunangan pura-pura untuk taruhan mereka.

Bailey merasa sulit mendapat pekerjaan yang bagus karena background keluarga preman membuat reputasinya jelek di Chesnut Spring, sehingga banyak perusahaan menolak untuk merekrutnya.

Sebaliknya Beau Eaton merupakan anak laki-laki dari keluarga baik dan terpandang. Saat dia bikin ulah, cuma dianggap angin lalu dan dimaklumin warga.

Bailey rada iri pada Beau, “Ya elu, enak, dari keluarga terpandang. Sebaik-baiknya aku tetep aja citraku jelek.”

Beau yang iseng dan kurang kerjaan punya ide taruhan dengan mengajak Bailey untuk menjadi tunangan pura-pura sampai Bailey mendapatkan pekerjaan yang layak.

Mereka berdua ingin membuktikan, apakah dengan tunangan nama Bailey menjadi baik? Kalau bisa berarti Beau yang menang dan Bailey yang kalah.

*

Sebetulnya series buku ini biasa aja. Saya nggak menemukan sisi menarik dari buku-buku ini. Terlalu biasa untuk saya.

Namun kehebohan buku ini membuat Netflix tertarik untuk membuat serialnya. Saya berharap lebih bagus dari bukunya sih, yang penting pemain-pemainnya kudu cakep.

Tiga Lelaki di Perahu

Belakangan ini saya sedang suka baca-baca buku klasik. Ternyata ada juga buku klasik yang lucu.

Buku berjudul asli “Three Men in a Boat” yang ditulis hampir 4 abad yang lalu, ternyata humornya masih relevan sampai sekarang. Tentunya humor khas Inggris, yang rada garing dan bisa bikin nyengir doang. Bukan yang sampai ngakak guling-guling seperti humor negara sendiri.

Bukunya semacam curhatan lucu ala bukunya Raditya Dika. Saya kadang bingung menggolongkan buku jenis ini. Non fiksi atau fiksi ya?

Dalam bukunya, Jerome menceritakan liburan bersama 2 sahabatnya George, dan Harris. Tiga pemuda kocak tersebut berniat memulihkan stresnya akibat rutinitas kerja yang membosankan, dengan melakukan perjalanan menyusuri Sungai Thames selama 2 minggu.

Meskipun ada beberapa penjelasan tentang tempat indah dan bersejarah yang mereka lewati, buku ini bukan catatan perjalanan. Buku ini lebih banyak bercerita tentang kegembiraan dan kekonyolan mereka saat berlayar.

Ada saja kejadian lucu seperti pertengkaran kecil dan berebut tentang siapa yang akan mendayung dan menarik perahu, memasak makanan, dan mencuci, serta keinginan untuk mendarat di malam hari. Disela-sela perjalanan, memang terkadang mereka naik ke darat untuk makan malam dan mencari penginapan, supaya bisa tidur nyenyak dan stamina tetap oke.

Perjalanan mereka yang diselingi obrolan, semakin menarik saat melewati tempat bersejarah di tepi sungai, dan menyaksikan kejadian di sekeliling sungai yang membuat mereka geli. Dari tingkah laku orang-orang di perahu, perahu uap model baru, sampai mayat perempuan yang mengambang di sungai.

Pemikiran mereka yang spontan, lucu, dan kadang diluar nalar, ditulis Jerome dengan lucu. Bukan lucu yang bodoh, tetapi lucu yang cerdas, Tulisannya rada sarkas dengan sedikit sindiran tajam. Kadang terselip juga pemikiran galau Jerome tentang dirinya dan kecintaan pada negaranya.

Keseluruhan kisah membuat saya terhibur sampai akhir halaman, bahkan sukses membuat saya relate dengan pengalaman saya sendiri. Sifat manusia ternyata sama saja ya, meskipun jaman terus berubah.

Buku ini pernah difilmkan. Saya sempat mencari di Youtube dan menonton film versi tahun 1973. Sayangnya adegan film tersebut tidak selengkap buku. Saya jauh lebih suka bukunya, namun filmnya membantu saya untuk memahami tempat bersejarah yang mereka lewati.

Saat selesai baca saya berniat memberi angka 3/5. Namun setelah humor-humornya nyangkut dikepala berhari-hari dan ingin membacanya ulang (kapan-kapan), saya upgrade menjadi 4/5.

Red String Theory

Ebook yang sama baca ini sekilas mengingatkan saya pada film Serendipity, cuma lebih dalem. Dalem banget sampai kelelep.

Cerita dibuka dengan pertemuan Rooney dan Jack di tempat jasa print brosur. Sembari menunggu hasil print, mereka kenalan lalu ngobrol basa-basi.

Malemnya eh, tanpa sengaja ketemu lagi saat menghadiri acara perayaan Imlek di sebuah gallery. Dari situ mereka lanjut ngobrol dan jalan kaki menyusuri Manhattan.

Saat mampir untuk nongkrong dan makan malam di kedai makan China, Rooney dan Jack yang berdarah China – Amerika membahas tentang latar belakang budaya mereka, dan ujung-ujungnya iseng bahas ketidak-sengajaan mereka ketemu 2x.

Rooney merupakan wanita romantis yang punya keyakinan terhadap legenda kuno China tentang Red String Theory. Bahwa setiap belahan jiwa terhubung satu sama lain oleh tali merah yang tak terlihat. “Jangan-jangan kita belahan jiwa?”

Jack, pria yang berpikir logis, cuma tertawa dan nggak percaya gitu-gituan. Terlalu dini untuk menyimpulkan itu, lagipula itu mah ilmu kuno.

Rooney percaya pada takdir. Jack percaya pada pilihan. Begitulah. Namun deg-deg serr diantara mereka berdua membuat berpikir dalam hati, “Jangan sampai lepas deh yang satu ini.”

Saat hendak berpisah, ponsel milik Jack sudah lowbatt dan akhirnya mati. Waduh. Namun ia berinisiatif untuk memberikan nomor ponselnya ke Rooney dan berjanji akan segera menghubungi Rooney, kalau ponselnya udah nyala.

Sampai hotel, Jack segera mencharge dan menyalakan, namun ternyata tidak ada missed call. Sedih dong.

Dua hari setelah pertemuan itu Rooney yang gelisah menunggu, akhirnya berinisiatif untuk telpon duluan. Rupanya nomor yang diberikan itu salah ketik, jadi salah sambung deh.

Sialnya mereka hanya bertukar nama pendek, tidak berbagi akun medsos dan tidak membicarakan profesi sama sekali. Jadi ya kaga bisa dikepoin lewat internet saking minimnya data.

Rooney yang percaya pada takdir, hanya bisa pasrah dan berpikir, “Ya udahlah kalau jodoh mah bakal terhubung lagi.”

Bulan berlalu, di tempat kerjanya, Jack ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek NASA untuk promosi dengan menggandeng seniman muda yang belum banyak dikenal.

Setelah mengubek-ubek internet, ia menemukan karya seniman misterius yang tidak pernah menunjukkan wajah dan jati diri sebenarnya. Nama aslinya pun tidak diketahui, seniman tersebut hanya menyebutkan nama Red String Girl.

Jack termenung, namanya sekilas mengingatkan ia pada Rooney tentang Red String Theory yang konyol itu. Apa kabarnya ya si Rooney?

Akhirnya setelah mengamati karya-karyanya, dengan mantap ia memilih Red String Girl untuk bekerja sama.

Setelah email-email-an, Jack dan Red String Girl bikin janji pertemuan untuk tanda tangan kontrak dan sebagainya.

Betapa terkejutnya mereka berdua ketika bertemu kembali. Red String Girl ternyata si Rooney !!

Nah lho, mereka pun happy. Rooney bilang ini takdir, sementara Jack bilang bahwa ini pilihan. Berdua mereka kembali debat kusir deh.

Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Lagi males nulis review saya. Intinya ya oke aja sih untuk dibaca, ceritanya ringan dan membuat saya mencari tahu lebih lanjut tentang red string theory.

Rooney yang percaya pada takdir dan Jack yang percaya pada pilihan, pada akhir cerita mereka menyelaraskan keyakinan mereka dan jadian deh.

Bintang 2/5

Brenda Novak – Whiskey Creek

Saya yakin Gramedia tidak mungkin mau repot-repot menerjemahkan sampai 10 buku kalau ceritanya tidak oke. Jadi saya putuskan untuk berburu serial Whiskey Creek yang jumlahnya 10 buku ini dari berbagai toko buku online.

Biar praktis saya review 10 buku sekalian disini, daripada saya review satu persatu.

Sebetulnya model cerita buku Harlequin macam-macam, namun saya lebih suka memilih kisah orang-orang yang tinggalnya di kota kecil gitu deh dibanding kehidupan metropolitan yang melelahkan dan penuh ambisi. Lagipula saya lagi mood baca hiburan ringan yang memberikan kedamaian dan rekreasi tipis-tipis seusai lelah pulang kerja.

Seri Whiskey Creek ini menceritakan 8 orang sahabat di Whiskey Creek, sebuah kota kecil di US. Di tiap bukunya dikisahkan cerita cinta masing-masing tokoh.

Yang menarik dari 10 buku yang tuntas saya baca, Brenda Novak menawarkan formula yang berbeda-beda, walau kisahnya klise khas novel romance pada umumnya,

10 buku mungkin serasa nonton 10 season drama romance di Netflix kali ya. Moga-moga suatu hari nanti ada seriesnya.

1. When Lightning Strikes (Awal Baru Bersamamu)
Demi menyelamatkan perusahaan humas dan citra artis kliennya yang buruk, Gail mengatur siasat pernikahan kontrak 2 tahun dengan artis pria Simon O’Neal.

Supaya tidak dikuntit paparazi melulu, Gail dan Simon menyepi sementara di kota asal Gail sampai berita buruk di media mereda.

Kedekatan mereka berdua yang awalnya profesional, lama-lama menjadi kabur dan menimbulkan rasa suka. Klasik yaa..

2. When Snow Falls (Ketika Salju Turun)
Dylan pemuda berandalan diam-diam tertarik dengan Cheyenne, gadis cantik yang pendiam dan polos.

Sayangnya Cheyenne bertahun-tahun menyimpan perasaan pada seseorang dan tidak berani mengungkapkan perasaannya.

Sampai suatu hari Cheyenne bertemu Dylan di taman dan mengobrol, Cheyenne merasakan perasaan yang berbeda dari Dylan.

3. When Summer Comes (Menjelang Musim Panas)
Suatu malam motor Levi mogok dan membuatnya terpaksa mengetuk rumah terdekat untuk bermalam.

Levi yang lama menduda ditinggal mati istrinya, jatuh cinta dengan Callie, pemilik rumah, saat pertama melihatnya.

Sayangnya Callie tidak antusias dengan kehidupan asmara sejak divonis penyakitnya, baginya kehadiran Levi tidak penting.

Levi yang pernah ditinggal mati istrinya, ragu untuk mendekati Callie. Levi takut kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya.

4. Home To Whiskey Creek (Kembali ke Whiskey Creek)
Ketika pesta kelulusan SMA, Adelaide diperkosa oleh 5 siswa SMA. Saat itu Adelaide terlalu takut untuk melapor, yang bisa ia lakukan hanyalah hengkang selamanya dari Whiskey Creek.

Kini neneknya semakin tua, Adelaide pun terpaksa kembali untuk menemani neneknya.

Suatu malam saat terjatuh ke lubang sumur, Noah menolongnya. Mereka pun menjadi dekat. Adelaide yang selalu teringat traumanya, selalu gelisah setiap Noah mendekatinya, karena saudara kembar Noah yang sudah meninggal merupakan salah satu pemerkosa Adelaide.

5. Take Me Home For Christmas (Meraih Bahagia Bersamamu)
Setelah Ted patah hati ditinggal nikah oleh Sophia, setiap kali mereka bertemu Ted selalu bersikap memusuhinya.

Sampai kemudian suami Sophia ditemukan tewas dan Sophia ditinggalkan setumpuk tagihan dan hutang. Ted yang diam-diam masih mencintainya, menolong dan menawarkan pekerjaan untuk Sophia

6. Come Home To Me (Pulanglah Kepadaku)
Setelah 2 tahun menghilang, Presley kembali ke Whiskey Creek bersama bayinya. Ia ingin menata hidupnya kembali dan tinggal lebih dekat dengan adiknya.

Hanya saja yang membuatnya gelisah, Aaron, lelaki yang menghamilinya masih tinggal di Whiskey Creek. Presley bertekad menyimpan rahasia selamanya agar Aaron tidak tahu bahwa itu anaknya.

7. The Heart of Christmas (Kaulah Hadiah Terindah)
Penginapan yang dikelola Eve suatu hari kedatangan tamu seorang pria misterius yang tampan. Eve tertarik padanya, namun masa lalu pria itu mengancam merusak impian Eve akan pernikahan.

8. This Heart Of Mine (Dari Lubuk Hati)
Ketika SMA Phonix hamil sebelum putus dengan Riley. Ia pun emosi saat tahu Riley punya pacar baru. Phoenix pun menabrak siswi SMA tersebut hingga tewas dan berujung masuk penjara.

Saat melahirkan, bayi tersebut dirawat Riley dan keluarganya.

Tahun pun berlalu, setelah Phoenix keluar dari penjara, ia menemui anak lelakinya yang sudah berumur 15 tahun. Riley dan Phoenix berupaya melupakan hubungan cinta monyet di masa lalu, namun komunikasi menyangkut anak membuat mereka menjadi dekat dan timbul rasa suka.

9. A Winter Wedding (Pernikahan Musim Dingin)
Lourdes penyanyi country menyewa rumah Kyle untuk menyepi menyelesaikan albumnya. Kehadiran penyanyi cantik tersebut membuat Kyle yang sudah lama menduda & malas berkomitmen, mulai mencoba membuka hatinya.

Namun ia sadar bahwa Lourdes hanya sementara tinggal di Whiskey Creek dan akan pergi usai merampungkan albumnya.

10. Discovering You (Ketika Aku Mengenalmu)
Belum selesai baca, ntar kalau udah saya update deh.

*

Menurut saya, cerita yang paling bagus adalah buku no 8. Seluruh bukunya bisa dijadikan koleksi dan dibaca ulang ketika mood lagi menye-menye.

Pahlawan & Milliuner

Setelah lama bertugas di luar negeri sebagai perwira militer, Hunter kembali ke Springville, pulang ke rumah untuk bertemu kembali dengan Simon, kakeknya, yang merupakan pengganti kedua orang tuanya yang tewas sejak Hunter masih kecil.

Saat mampir di pom bensin dan supermarket, Hunter sangat terkejut ketika beberapa warga Springville yang ditemuinya mengatakan bahwa istri Hunter di rumah pasti sudah tak sabar menunggu kepulangannya. Ini aneh sekali. Hunter bahkan belum menikah!

Ternyata sudah setahun lebih wanita itu berpura-pura menjadi istrinya dan tinggal di rumahnya, padahal sepanjang waktu itu Hunter bertugas membela negara di luar negeri.

Dengan rasa penasaran, Hunter pun bertanya pada kakeknya. Beliau terkekeh, itu semua idenya. Kakeknya yang tinggal seorang diri membutuhkan anggota keluarga untuk tanda tangan keputusan medis jika sewaktu-waktu ia terkena serangan jantung.

Margie, wanita yang menjadi asisten di kantor kakeknya pun diminta tolong untuk menjadi istri pura-pura Hunter. Setidaknya sampai Hunter selesai bertugas.

Margie yang awalnya tidak bersedia, akhirnya menyanggupi setelah kakek Hunter menjanjikan 5 juta dollar. Lagipula toh, Hunter tidak ada, jadi ia tidak perlu berperan sebagai istri.

Tentu saja Hunter ngamuk. Kakeknya berkelit bahwa dokumen pernikahannya sah, ada tanda-tangan Hunter yang tertera.

Saat bertugas, kakeknya sering mengirimkan beberapa dokumen perusahaan untuk ditanda-tangani, namun ia malas membacanya. Hunter pun kesal, mengapa ia tidak membaca secara teliti dan tidak menyadari bahwa dalam tumpukan tersebut terselip dokumen pernikahan.

Hunter pun segera mengatur perceraian. Margie hanya punya waktu sebulan di rumah dan setelah itu Hunter tidak ingin melihat wanita itu lagi.

Namanya juga novel romance, dalam sebulan Hunter melihat kesungguhan Margie merawat kakeknya. Belum lagi peran Margie sebagai istri dalam lingkungan sosial. Lama-lama Hunter luluh dan mulai jatuh cinta.

Namun Margie bersikap sebaliknya, ketika Hunter berniat untuk membatalkan perceraian, Margie tetap bersikukuh untuk bercerai. Menurutnya pernikahan palsu tidak layak untuk diteruskan.

*
Novel harlequin ini memang lumayan ampuh saat reading slump melanda. Dalam sehari bisa saya tuntaskan karena alurnya ringan, tidak bertele-tele dan tentu saja happy ending.

Gombalannya Hunter pun menghibur, rada basi dan bikin nyengir.