Saat lihat-lihat buku bekas di toko online, ternyata banyak juga yang menjual novel Sidney Sheldon. Sepertinya novel-novelnya merupakan penjualan terlaris Gramedia, karena dilihat dari judul yang sama dengan cover yang berbeda-beda, tampaknya terus menerus dicetak ulang.
Saya pun mencoba beli satu buah. Hmm, ternyata si penulisnya seorang pria, kirain perempuan karena namanya Sidney.
Cerita dibuka dengan kematian Harry Stanford, salah satu orang konglomerat terkaya di dunia. Ia ditemukan tewas saat berlayar dengan kapal pesiarnya di lepas pantai Corsia.
Bertahun-tahun lalu Harry Stanford menikah dengan Emily Temple. Mereka dikaruniai tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan.
Emily mempunyai pengasuh untuk ketiga anaknya, Rosemary Nelson. Sejak pertama Harry sudah tertarik padanya. Kalau Harry sudah mulai merayu, tak ada yang sanggup menolak. Akhirnya wanita itu hamil dan menemui dokter.
Sialnya menantu dokter tersebut penulis kolom, sehingga timbul berita menggemparkan seluruh Boston. Semua koran meliput skandal itu.
Harry memaksa Rosemary untuk aborsi, tapi ia menolak. Mereka lalu bertengkar hebat. Emily, istri Henry terkejut saat tak sengaja mendengar percakapan mereka, malamnya ia bunuh diri.
Rosemary lalu menghilang. Namun setahun kemudian ia sempat menulis surat pada Harry bahwa ia baru saja melahirkan bayi perempuan bernama Julia Stanford, Saat itu Harry sudah menemukan wanita lain dan tak tertarik padanya lagi.
Tragedi sesungguhnya ketika ketiga anak Harry menyalahkan atas kematian ibu mereka. Saat itu umur mereka 14, 12 dan 10 tahun. Sudah cukup besar untuk merasakan kepedihan, tapi masih terlalu kecil untuk melawan ayah mereka.
Harry pun mengirim mereka ke sekolah asrama yang berbeda-beda dan mengatur agar mereka bertemu sejarang mungkin. Mereka hidup dari warisan yang ditinggalkan ibunya dan tak pernah menerima dari Harry.
Harry menyodorkan hartanya sebagai umpan, lalu menariknya kembali jika ada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya.
*
Kini mereka bertiga telah dewasa. Tyler hakim di Chicago, Woodrow atlet polo di Florida, dan Kendall perancang busana di New York.
Pertemuan keluarga seusai pemakaman di Boston diusik dengan kehadiran wanita muda yang mengaku putri Harry Stanford.
Untuk membuktikan kebenaran, maka 3 bersaudara tersebut sepakat untuk menyuruh wanita tersebut tes DNA. Makam pun dibongkar, ternyata jenazah Harry tidak ada.
Siapa yang mencurinya? Wanita tersebut atau ketiga anak Harry, yang tidak rela warisannya dibagi 4?
*
Nggak nyangka ternyata ceritanya seru. Tidak bertele-tele dan lumayan banyak kejutan yang membuat saya semangat untuk terus baca sampai tuntas. Endingnya pun memuaskan.
Bintang 4/5.



