
Tertarik baca ini karena setting ceritanya di Pulau Bawean. Sebetulnya tidak jauh dari Surabaya (tempat tinggal saya), tapi untuk menuju ke sana, perlu naik kapal yang tidak setiap hari ada. Jadi kalo mau cepet, solusinya naik pesawat kecil.
Setelah baca ini, tentu aja saya makin penasaran untuk berkunjung ke pulau Bawean. Saya juga baru tahu dari buku ini, kalau penduduk Bawean menggunakan bahasa Madura, bukan Jawa. Banyak celetukan dan kosakata menggunakan bahasa Madura.
Pulau kecil yang padat penduduk, tentunya membuat gosip bergulir cepat. Namanya gosip, faktanya tidak selalu benar.
Ceritanya tentang Ranti, siswa SD berusia 10 tahun yang merupakan salah satu korban hoaks di Bawean. Ia sering kesal diledek teman-teman sekolahnya sebagai anak dukun. Bahkan gurunya yang merupakan kerabat dokter, kerap menyindirnya di dalam kelas.
Padahal ayahnya seorang herbalis. Beliau sering membantu orang menyembuhkan dengan ramuan dari tanaman yang tersedia di sekitar pulau Bawean.
“Biaya dokter kadang mahal, jadi Ayah membantu dengan pengobatan alternatif.” Begitulah penjelasan ayahnya tiap kali Ranti protes supaya Ayahnya berhenti kerja.
Setiap hari Ranti ke sekolah berjalan kaki sendirian melintasi hutan yang sepi.
Suatu hari di hutan, ia melihat Akdong, makhluk terkutuk yang diusir dari desa sepuluh tahun lalu. Wajahnya rusak, tidak ada alis. Hidungnya berpilin, bibirnya bengkak dan pipinya keriput.
Gosip penduduk menyatakan bahwa Akdong dan anaknya yang bernama Aknang adalah makhluk yang dikutuk oleh raja jin. Ranti pun lari ketakutan.
Setelah beberapa kali tanpa sengaja Ranti bertemu Aknang, anak Akdong di hutan. Penilaian Ranti berubah. Ternyata Aknang yang usianya sebaya dengan Ranti tidak menakutkan. Berdua mereka menjalin persahabatan.
Tentu saja Ranti tidak bilang siapapun, karena Ranti menyadari kesamaan mereka berdua, yaitu sama-sama korban hoaks. Dalam hati Ranti pun timbul tekad, suatu hari nanti ia akan membantu Aknang meluruskan fitnah yang menimpanya.
*
Buku ini sebetulnya lebih cocok dibaca anak-anak. Cara berceritanya seru, dengan sedikit ketegangan dan petualangan. Banyak pesan moral yang terselip di buku ini.

