
Perdana baca Hamsad Rangkuti. Dalam setiap cerpennya beliau sukses membuat saya terkejut. Keras, menohok dan mengharukan.
Seluruh cerita ini pernah dimuat di koran, jadi ilustrasi yang ada di koran juga disertakan untuk melengkapi cerita. Menyenangkan sekali, saya terhibur sekali lihat gambar-gambarnya yang oke.
Baiklah. Saya berikan score tiap cerpennya.
1. Perbuatan Sadis (1982) – 4/5
Terjadi penodongan siang hari di halte bis. Wanita muda berkalung emas jadi korban. Dengan tawa kemenangan ia berkata, “Jangan Bung pikirkan kejadian itu. Itu kalung imitasi.”
2. Sampah Bulan Desember (1983) – 3/5
Di sungai yang kotor dan banyak sampah, terapung mayat. Orang miskin disekitar sungai tak peduli dengan peristiwa yang terjadi, yang mereka lihat hanyalah cincin dan jam tangan yang dipakainya.
3. Cerita Awal Tahun (1979) – 2/5
Mobil Mercy kecemplung kali, barang didalamnya berhamburan terbawa arus. Dengan cepat Tugimin terjun mengejar uang 10rb.
4. Malam Tahun Baru di Sebuah Taman (1981) – 1/5
Saat tengah malam kedua patung itu membuka matanya, lalu bergerak. Waktu menanam padi telah tiba.

5. Kalah (1986) – 3/5
Perjalanan Kasto pulang dari Jakarta ke Brebes membawa mayat adiknya, dibantu Marto dan taksi gelapnya.
6. Karjan dan Kambingnya (1985) – 2/5
Pertemuannya Parman yang sukses sejak balik ke desa, membuat hatinya senang. Seekor kambing dihadiahkan untuknya.
7. Malam Takbir (1993) – 5/5
Bulu ayam milik anak perempuan yang sedang bermain bulu tangkis jatuh ke dalam piring nasi. Ia kepikiran lalu menangis, mengapa bapak tersebut tetap makan nasi yang sudah kotor itu.
8. Mimpi Buruk Murni (1983) -5/5
Bayi yang dibuang di depan pagar rumah mereka, akhirnya diambil ayahnya sembari menyerahkan segepok uang sebagai tanda terima kasih.
9. Penyair Bahman (1987) – 4/5
Tiga kaos partai tak terpakai yang ia berikan pada kawan lamanya, ternyata mengangkat derajat hidupnya. Dari pengamen jalanan menjadi pejabat. Ia pun penasaran, kaos partai yang mana yang membawa hoki.

10. Suara-suara (1982) – 3/5
Setiap kawannya ada yang mati ia gelisah. “Kita kehilangan satu suara. Jaga kesehatanmu. Kita tak boleh kehilangan banyak suara.”
11. Wanita Muda di Sebuah Hotel Mewah (1983) – 2/5
Demi pengobatan ibunya yang sakit, ia rela menjual diri, “Kita harus berani menjual kalau kita mau menjadi pembeli.” Lalu taksi dicegat, “Bawa kami ke rumah sakit.”
12. Rencong (1998) – 3/5
Sebelum perjamuan dimulai, suvenir rencong dari hotel yang dibawanya dititipkan seseorang, lalu ia ke toilet.
Saat di dalam kloset, terdengar dari luar letusan tembakan disertai teriakan panik banyak orang. Rupanya tamu penting tersebut tertusuk rencong miliknya.
13. Di Atas Kereta Rel Listrik (1999) – 4/5
Pelajar yang duduk disebelahnya didatangi gerombolan pelajar sekolah lain. Dengan mata kepalanya, ia melihat pelajar itu dilabrak, diseret, dihajar, lalu di lempar keluar kereta.
14. Sukri Membawa Pisau Belati – 3/5
Pisau belati sudah dipinggangnya. Rencana balas dendam dipikirnya dalam bis. Sukri tak terima Sumarni dekat dengan pria lain.
15. Untuk Siapa Kau Bersiul – 1/5
Pria bersiul dalam bis dengan lagu Gugur Bunga mengganggu telinganya. Ia pun membalas dengan siulan yang sama, supaya si Pria tersebut tahu jika siulan Gugur Bunga menjengkelkan.
*
Bintang 3/5. Inspiratif, nemu sesuatu.




