Pahlawan & Milliuner

Setelah lama bertugas di luar negeri sebagai perwira militer, Hunter kembali ke Springville, pulang ke rumah untuk bertemu kembali dengan Simon, kakeknya, yang merupakan pengganti kedua orang tuanya yang tewas sejak Hunter masih kecil.

Saat mampir di pom bensin dan supermarket, Hunter sangat terkejut ketika beberapa warga Springville yang ditemuinya mengatakan bahwa istri Hunter di rumah pasti sudah tak sabar menunggu kepulangannya. Ini aneh sekali. Hunter bahkan belum menikah!

Ternyata sudah setahun lebih wanita itu berpura-pura menjadi istrinya dan tinggal di rumahnya, padahal sepanjang waktu itu Hunter bertugas membela negara di luar negeri.

Dengan rasa penasaran, Hunter pun bertanya pada kakeknya. Beliau terkekeh, itu semua idenya. Kakeknya yang tinggal seorang diri membutuhkan anggota keluarga untuk tanda tangan keputusan medis jika sewaktu-waktu ia terkena serangan jantung.

Margie, wanita yang menjadi asisten di kantor kakeknya pun diminta tolong untuk menjadi istri pura-pura Hunter. Setidaknya sampai Hunter selesai bertugas.

Margie yang awalnya tidak bersedia, akhirnya menyanggupi setelah kakek Hunter menjanjikan 5 juta dollar. Lagipula toh, Hunter tidak ada, jadi ia tidak perlu berperan sebagai istri.

Tentu saja Hunter ngamuk. Kakeknya berkelit bahwa dokumen pernikahannya sah, ada tanda-tangan Hunter yang tertera.

Saat bertugas, kakeknya sering mengirimkan beberapa dokumen perusahaan untuk ditanda-tangani, namun ia malas membacanya. Hunter pun kesal, mengapa ia tidak membaca secara teliti dan tidak menyadari bahwa dalam tumpukan tersebut terselip dokumen pernikahan.

Hunter pun segera mengatur perceraian. Margie hanya punya waktu sebulan di rumah dan setelah itu Hunter tidak ingin melihat wanita itu lagi.

Namanya juga novel romance, dalam sebulan Hunter melihat kesungguhan Margie merawat kakeknya. Belum lagi peran Margie sebagai istri dalam lingkungan sosial. Lama-lama Hunter luluh dan mulai jatuh cinta.

Namun Margie bersikap sebaliknya, ketika Hunter berniat untuk membatalkan perceraian, Margie tetap bersikukuh untuk bercerai. Menurutnya pernikahan palsu tidak layak untuk diteruskan.

*
Novel harlequin ini memang lumayan ampuh saat reading slump melanda. Dalam sehari bisa saya tuntaskan karena alurnya ringan, tidak bertele-tele dan tentu saja happy ending.

Gombalannya Hunter pun menghibur, rada basi dan bikin nyengir.

Dekat & Nyaring

Novel Sabda Armandio pertama yang saya baca. Tuntas dalam sehari. Agak sebel saat baca, karena bingung ini arahnya kemana. Ditambah lagi tidak adanya pergantian bab, seakan memaksa saya supaya tidak berhenti baca. Setelah kelar baca pun makin bingung, apa sih yang mau disampaikan? Gimana mau bikin ulasannya, coba?

Bercerita tentang kehidupan di sebuah gang kumuh pinggir sungai. Gang Patos namanya. Kehidupan orang biasa, apa sih menariknya? Paling ya gitu-gitu aja.

Namun tidak bagi Kina, sang penulis. Setelah menikah dengan Idris, mereka tinggal di gang Patos. Kina pun mengamati dan menghayati perilaku warga Patos.

”… Aku nggak sedang menjadikan mereka bahan eksperimen, ini method writing, aku sedang menjadi mereka….”

Bahkan Kina sempat diam-diam merekam curhatan Nisbi, tetangga Kina yang janda polisi dengan satu anak. Nama anaknya aneh : Anak Baik. Nama adalah doa. Harapan Nisbi mungkin cuma satu, si Anak Baik jadi anak yang baik.

Anak Baik yang sering menanyakan tentang ayahnya, selalu dijawab dengan dongeng ciptaannya, hanya karena Nisbi tak mampu mengatakan yang sejujurnya bahwa suaminya sudah meninggal.

Sampai di siang yang terik itu, tak lama setelah Nisbi dan Kina sepulang dari supermarket, terdengar sebuah letusan! DORR! Dekat dan nyaring. Sesuai judul bukunya.

Tanpa sengaja si Anak Baik melihat tetangga seberang sungai, yang seorang polisi bernama Sam menembak Aziz, tetangga laki-laki berusia 20 thn dengan mental usia 10 tahun.

Satu persatu terkuaklah seluruh rahasia gelap seluruh penghuni gang Patos. Dan seperti biasa, Edi-lah, pria andalan gang Patos yang biasa membereskan segala keruwetan dengan caranya yang brutal.

Bintang 2/5

Pagi, Siang, Malam

Saat lihat-lihat buku bekas di toko online, ternyata banyak juga yang menjual novel Sidney Sheldon. Sepertinya novel-novelnya merupakan penjualan terlaris Gramedia, karena dilihat dari judul yang sama dengan cover yang berbeda-beda, tampaknya terus menerus dicetak ulang.

Saya pun mencoba beli satu buah. Hmm, ternyata si penulisnya seorang pria, kirain perempuan karena namanya Sidney.

Cerita dibuka dengan kematian Harry Stanford, salah satu orang konglomerat terkaya di dunia. Ia ditemukan tewas saat berlayar dengan kapal pesiarnya di lepas pantai Corsia.

Bertahun-tahun lalu Harry Stanford menikah dengan Emily Temple. Mereka dikaruniai tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan.

Emily mempunyai pengasuh untuk ketiga anaknya, Rosemary Nelson. Sejak pertama Harry sudah tertarik padanya. Kalau Harry sudah mulai merayu, tak ada yang sanggup menolak. Akhirnya wanita itu hamil dan menemui dokter.

Sialnya menantu dokter tersebut penulis kolom, sehingga timbul berita menggemparkan seluruh Boston. Semua koran meliput skandal itu.

Harry memaksa Rosemary untuk aborsi, tapi ia menolak. Mereka lalu bertengkar hebat. Emily, istri Henry terkejut saat tak sengaja mendengar percakapan mereka, malamnya ia bunuh diri.

Rosemary lalu menghilang. Namun setahun kemudian ia sempat menulis surat pada Harry bahwa ia baru saja melahirkan bayi perempuan bernama Julia Stanford, Saat itu Harry sudah menemukan wanita lain dan tak tertarik padanya lagi.

Tragedi sesungguhnya ketika ketiga anak Harry menyalahkan atas kematian ibu mereka. Saat itu umur mereka 14, 12 dan 10 tahun. Sudah cukup besar untuk merasakan kepedihan, tapi masih terlalu kecil untuk melawan ayah mereka.

Harry pun mengirim mereka ke sekolah asrama yang berbeda-beda dan mengatur agar mereka bertemu sejarang mungkin. Mereka hidup dari warisan yang ditinggalkan ibunya dan tak pernah menerima dari Harry.

Harry menyodorkan hartanya sebagai umpan, lalu menariknya kembali jika ada sesuatu yang tidak berkenan di hatinya.

*

Kini mereka bertiga telah dewasa. Tyler hakim di Chicago, Woodrow atlet polo di Florida, dan Kendall perancang busana di New York.

Pertemuan keluarga seusai pemakaman di Boston diusik dengan kehadiran wanita muda yang mengaku putri Harry Stanford.

Untuk membuktikan kebenaran, maka 3 bersaudara tersebut sepakat untuk menyuruh wanita tersebut tes DNA. Makam pun dibongkar, ternyata jenazah Harry tidak ada.

Siapa yang mencurinya? Wanita tersebut atau ketiga anak Harry, yang tidak rela warisannya dibagi 4?

*
Nggak nyangka ternyata ceritanya seru. Tidak bertele-tele dan lumayan banyak kejutan yang membuat saya semangat untuk terus baca sampai tuntas. Endingnya pun memuaskan.

Bintang 4/5.

Kelly On The Move

Kelly, dosen muda yang sudah berpacaran dengan Bobby 10 tahun, akhirnya kandas saat Bobby minta putus dengan alasan klise, “Kamu pantas mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari aku.”

Hatinya tidak rela setelah sekian lama ia dicampakkan begitu saja tanpa alasan yang kuat. Kelly sangat penasaran, sebetulnya apa salah dan kurangnya dia.

Dua tahun kemudian, Bobby punya kekasih dan mereka segera menikah. Kelly yang tahu kabar itu dari stalking medsos Bobby dengan fake acountnya, sangat kecewa.

Rasa penasaran akan kelebihan kekasih Bobby membuatnya terus menerus stalking dan tidak bisa move on dengan masa lalunya. Sampai Kelly tidak menyadari kehadiran Assen yang menyukainya.

Saat Assen merasa tidak diinginkan, ia mundur dan meninggalkan Kelly, baru deh Kelly merasa kehilangan Assen.

Klise dan mudah ditebak. Namanya juga novel Metropop. Dibandingkan dengan Start Again, karya Lia Seplia sebelumnya, buku yang ini agak membosankan, kurang greget.

Ide ceritanya sepertinya relate bagi banyak orang, kalau buat saya sih kagak. Lama amat pacaran sampai 10 tahun.

Bintang 2/5

Wyoming Tough

Morie, putri pemilik ranch terbesar di Texas memutuskan untuk pindah ke Wyoming. Kekayaan keluarga membuatnya sulit mendapatkan cinta sejati. Pria-pria yang mendekati selalu punya tujuan terselubung untuk menikahinya demi harta.

Kepindahannya ke Wyoming membuatnya lebih nyaman. Tidak ada yang mengenalnya, sehingga dengan mudah ia menyamar menjadi wanita berpenampilan sederhana.

Morie pun bekerja menjadi koboi di sebuah ranch milik keluarga Kirk, yang dikelola 3 pria bersaudara : Mallory, Cane, dan Turk.

Dulu saat Morie tinggal dalam ranch yang luas, ayahnya selalu melarang Morie turun mengurusi ranch, beliau mengatakan bahwa itu pekerjaan pria, bukan wanita. Sepanjang hidupnya Morie hanya jadi penonton. Kini ia gembira, bisa terjun langsung menjadi koboi. Merawat ternak dan mengurus ranch.

Namanya juga old money, segala sikap dan perkataannya tentu berbeda dengan orang biasa. Cane dan Turk merasa Morie, perempuan yang istimewa, bukan gadis biasa. Namun Mallory selalu menyangkalnya.

Sehari-hari Mallory memang banyak membantu Morie mengajarkan seluk beluk ranch. Sehingga ia merasa lebih mengenal Morie daripada kedua adiknya. Dalam lubuk hatinya, ia tertarik dengan Morie, namun perasaan itu selalu ditepis. Begitu juga sebaliknya, namun dalam beberapa kesempatan mereka hampir berciuman.

Kedekatan mereka berdua tentu saja membuat Gelly, kekasih Mallory cemburu. Gelly berusaha menyingkirkan Morie dengan menuduh hilangnya barang berharga dikediaman keluarga Kirk.

Saat barang bukti ditemukan dalam tas Morie, Mallory pun marah dan kecewa. ia lalu memecat Morie dan menyuruh salah seorang pekerjanya mengantar Morie ke terminal bis terdekat.

Tak jauh dari terminal, Maroe pun menelpon ibunya untuk dijemput private jet. Ya, namanya juga orang kaya ya.

Morie yang tidak terima dengan fitnah tersebut berjanji bahwa suatu hari nanti akan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.

Sampailah hari itu tiba. Ayah Morie mengundang seluruh peternak yang memiliki sapi-sapi dengan kualitas terbaik. Keluarga Kirk merupakan salah satu tamu yang diundang. Mallory pun hadir bersama kekasihnya, Gelly.

Alangkah terkejutnya mereka berdua melihat Morie. Gadis koboi yang dekil dan berantakan itu ternyata anak pemilik ranch terbesar di Texas. Morie yang terlihat cantik dengan balutan gaun hitam membuat Mallory tidak bisa mengalihkan pandangannya.

Sialnya ayah Morie yang tidak terima dengan perlakuan Mallory yang menuduh putrinya mencuri, menegur Mallory dan Gelly di depan seluruh undangan. Gelly pun langsung cabut dari pesta tersebut diikuti Mallory.

Selanjutnya ya silakan baca sendiri. Yang pasti seperti novel roman Harlequin pada umumnya, konfliknya ringan dan happy ending.

*

Buku ini merupakan buku pertama dari 12 buku seri Wyoming Men. Setelah baca yang pertama, saya jadi ragu untuk membaca yang kedua, dan seterusnya.

Cara berceritanya kurang oke. Chemistry antara Mallory dan Morie juga tidak terasa. Rasanya malah sinetron banget, dimana yang antagonis terlihat jahat sekali dan yang protagonis seperti bidadari. Untung belum hunting buku-buku berikutnya.