
Ketika masih kanak-kanak saya pernah nonton filmnya di TV dengan berbagai versi, dari yang film lawas sampai film kartun. Namun tiap pertengahan nonton, selalu saya tinggalkan. Saya sendiri lupa kenapa tidak pernah nonton sampai tuntas.
Jadi saat melihat buku ini, saya tergerak untuk membacanya, siapa tau dengan baca buku ini saya paham apa yang bikin saya malas nonton sampai akhir.
Ceritanya sebetulnya menarik. Suatu hari Dorothy, gadis kecil yang tinggal di Kansas terbawa angin tornado beserta rumah dan seisinya, kemudian jatuh di sebuah negeri indah yang aneh. Tentu saja ia ingin segera balik ke Kansas.
Berdasarkan petunjuk para penyihir Utara, Dorothy disarankan ke kota Emerald menemui penyihir Oz. Konon ia dikenal sebagai penyihir paling sakti sedunia. Letaknya yang nun jauh di sana membuatnya menjadi petualang dadakan.
Sebagai buku cerita fantasi di tahun 1900, L. Frank Baum membuat gebrakan baru dalam menciptakan karakter. Dia tidak suka dengan tokoh mistis seperti jin, peri, atau kurcaci. Maka diciptakannya singa yang bisa ngomong, orang-orangan sawah hidup, dan manusia berbadan kaleng. Merekalah yang menemani Dorothy berpetualang.
Di pertengahan cerita saya baru paham, kenapa dulu tontonan ini selalu saya tinggalkan. Rupanya banyak sekali twist di buku ini. Saking banyaknya berasa kayak sinetron ratusan episode.
Kayaknya mau bubar, eh ada konflik baru.
Mau bubar, eh ada konflik baru lagi.
Mau bubar, eh ada konflik baru lagi, lagi dan lagi.
Bayangkan, si gadis kecil yang udah jalan jauh dan bertarung dengan ini dan itu dalam perjalanan menuju ke istana Oz. Sampai istana dan menghadap penyihir Oz, malah dikasih syarat lagi.
Permintaan Dorothy dkk akan dikabulkan penyihir Oz jika mereka berhasil membunuh penyihir barat yang letaknya nun jauh di barat. Jalan lagi deh, berpetualang lagi deh, bertarung lagi deh. Haduh, berasa di prank hati ini.
Setelah sukses melenyapkan penyihir Barat dan balik lagi jalan jauuuuh ke Oz, ternyata si Oz tidak sesakti itu. Dia tak mampu mengabulkan permintaan Dorothy untuk balik ke Kansas. What the .. Maksud lo? Argh! Dorothy (dan saya tentunya) sedih karena diberi harapan palsu.
Singkat cerita setelah dijejali aneka twist lagi, lagi dan lagi yang membuat hati ini lelah lahir batin saat baca, akhirnya penyihir di Selatan memberi tahu caranya pada Dorothy supaya bisa balik ke Kansas.
Apa tuuuh?
Dorothy cukup menghentakkan kaki 3x. Yup, sodara-sodara. Sesederhana itu. Emosi gak lu? Ngapain bertarung kesana-kemari kalau endingnya gitu doang. Huh.
Buku ini cocok dibaca untuk yang punya jiwa petualang, bukan buat saya. Masa iya saya ngasih bintang 5 dengan semua prank ini? Ogah! Bintang 3/5 aja.



