Nggak terasa udah Desember aja nih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, keinginan saya, begitu menginjak bulan Januari sebisa mungkin barang pribadi saya baru semua.
Biar apa, pemirsa? Biar merasa lebih fresh dan punya energi baru untuk menyongsong tahun 2025 dong.
Lalu terpikirlah untuk merancang capsule closet yang sempurna. Capsule closet tuh kurang lebih seperti ini :

Maka dari itulah kemarin saya nanya sama chatgpt, “Bikinin dong capsule closet untuk perempuan yang tinggal di iklim tropis sebanyak 30 item.”
Simsalabim. Muncul dong, lalu saya salin di diary saya, seperti ini :


Setelah disalin dan mulai menstabilo baju yang saya sudah punya, saya merasa kurang sreg dengan tips yang diberikan chatgpt.
Mulailah saya bikin versi saya sendiri berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan ini dia hasilnya :

Semenjak pandemi, saya jadi malas dan nggak pernah pakai blouse lagi, apalagi rok dan gaun-gaun.
Sehari-hari ngantor pake seragam, di luar itu saya seringnya pakai celana dan t-shirt. Kalo pengen rada rapi dikit pake kemeja.
Kalau ke tempat dingin kayak gunung, tinggal pake sweater atau kaos dirangkepin kemeja.
Untungnya tinggal di iklim tropis nggak diribetin dengan segala jenis bahan pakaian. Kalau nggak katun ya linen. Ya udah, dua bahan itu doang yang saya demen.
Saya juga merasa 30 pakaian sudah lebih dari cukup. Yang penting semua bisa dipakai.
Walau begitu sebagai perempuan, pakaian saya masih bervariasi mereknya. Nggak kayak suami, dia anti ribet dan nggak mau ngabisin waktu untuk hunting pakaian, walhasil semua bajunya terlihat selalu ada logo kecil yang itu-itu aja. Udah kayak duta merek tersebut aje.
Saya cuma pakai satu merek? Idih, ogah. Wong yang asik itu hunting baju dari lantai bawah sampai lantai atas mall, demi mendapatkan pakaian yang sempurna kok.
Kalau kalian gimana?

