Farhampton

Dengan jujur kukatakan bahwa akhir-akhir ini aku rada sentimentil. Galau-galau gak jelas gitu lho. Entah karena apa, namanya juga ga jelas.

Saat mood amburadul kayak gini, tiap malem sebelum tidur tontonanku akhir-akhir ini adalah How I Met Your Mother. Ini sitcom kedua favoritku setelah Friends. Ceritanya ya lika-liku kehidupan Ted Mosby dan ganknya yang seru dan menyenangkan itu.

Saat ini aku nonton udah nyampe season 7-8 gitu deh, lupa ga merhatiin detail seasonnya. Lucunya di beberapa episode aku menitikkan air mata nonton itu. Buset deh, acara komedi kok bikin nangis. Sebel sama diri sendiri yang nggak jelas gini moodnya.

Salah satu adegan dalam serial itu yang fenomenal adalah ketika pertama kali Ted bertemu wanita berpayung kuning di stasiun yang kelak suatu hari akan menjadi istrinya.

Saat nonton, terlihat tulisan nama stasiunnya, Farhampton. Hmm, sebuah nama yang aneh, biasanya di film-film, adegan romantis itu kalo nyebut nama lokasi, biasanya lumayan ngetop dan bisa jadi jujukan turis, ini kok aku nggak pernah denger. Sekuper itukah aku?

Berhubung nama tersebut asing dan aku nggak pernah denger namanya, jadi terketuk hatiku untuk googling, dimanakah tempat itu berada? Iyaa, sekepo dan sekurang-kerjaan itu aku tuh.

Singkat cerita, Farhampton ternyata lokasi fiktif yang diciptakan untuk serial tersebut. Oh, alhamdulillah, ternyata aku tidak kuper-kuper amat.

Lalu dari hasil berselancar di dunia maya tersebut, aku malah menemukan ini :

Wah, sebuah parfum bertulisan Farhampton. Setelah kuselidiki dengan seksama ternyata ini parfum produksi Indonesia. Hey, hey, huss, ini bukan tulisan berbayar atau endorse-endorse-an. Mohon maap, blog ini merdeka dari uang, aku tidak mencari uang dari blog. Ini murni nemu info gara-gara serial How I Met Your Mother.

Trus kenapa pake namanya Farhampton? Kan jadi kepo. Hasil dari baca beberapa artikel berbau iklan, ternyata nama tersebut terinspirasi dari serial How I Met Your Mother (HIMYM).

Ketiga founder parfum tersebut jadi deket gara-gara sama-sama suka nonton HIMYM. Ketika mereka bertiga sedang bernostalgia mengenang serial favorit mereka itu, kebetulan di masa tersebut mereka bertiga juga sama-sama suka sama sebuah parfum.

Sayangnya sekarang nggak diproduksi lagi, jadi nggak bisa ditemukan di pasaran. Mereka juga masih menyimpan botol parfum tersebut, dan setiap kali mencium wanginya, semua memori menyenangkan pada saat nonton HIMYM dulu pun selalu muncul.

Akhirnya, berawal dari nostalgia tersebut mereka langsung sepakat untuk kembali menghidupkan wangi parfum tersebut. Setelah 6 bulan melakukan research untuk menciptakan parfum ini, akhirnya HMNS bekerjasama dengan seorang perfumer Indonesia yang juga merupakan lulusan terbaik di ISIPCA Prancis (fragrance & cosmetics school ternama) sebagai nose nya.

Seperti yang kuceritakan di awal tadi, moodku yang sentimentil mendadak bergejolak. Wah, kami sehati nih, aku harus memiliki parfum itu. Yayaya, aku tahu kalian pasti tertawa geli saat baca ini dan mengetahui betapa konyolnya aku kalo lagi kumat galau-galau gak jelasnya.

Dengan perasaan emosional tanpa disertai logika untuk mencari tahu lebih dalam, aku meluncur ke market place dan klik check-out. FYI, check-outnya saat itu tanggal tua pula. Waduh, kurang kesirep apa coba. Ckckck.

Sembari menanti datangnya paket, aku bertanya-tanya, apakah ini aromanya manis seperti senyumnya Ted Mosby? Hoeksss, pemirsa auto nyari kresek.

Akhirnya buka Youtube, kayak gimana sih aromanya? Kayak Ted, Marshall, atau Barney? Atau seperti aroma hujan di Farhampton? Tentu saja review mereka tidak sentimentil seperti tebakanku.

Seorang youtuber yang merupakan fraghead, mengatakan aromanya mirip banget sama Gatsby White Up Blank Wood. Tersedia di Indomaret terdekat di kota anda dengan harga bersahabat. Eh, whattt? Maksud lo? *nangis dibawah shower*. Uasemm, kenapa aku mengeluarkan uang dalam jumlah lumayan di akhir bulan dengan aroma parfum yang mirip sama parfum Indomaret?

Wait, tunggu dulu, bukannya aku beli bukan karena aromanya ya? Aku beli karena logo payung kuningnya, aku beli karena nama Farhamptonnya dan aku beli karena ceritanya foundernya yang sehati.

Hhhh. Mbuh ini mungkin konyol. Ya pokoknya begitulah aku kalo lagi sentimentil. Yang pasti aku menyambut mas ‘misi-paket’ dengan ceria dan membuka paket dengan hati berbunga-bunga. Trus ketika pertama kali kusemprotkan, wah, terbayang senyumnya Ted Mosby. *mulai halu*.

Aku bukan penggemar parfum, jadi nggak bisa mendeskripsikan aromanya dengan baik. Lagipula ini kan bukan iklan. Soal aroma yang katanya mirip Gatsby, ya nggak tahu juga, aku belum ke Indomaret untuk mengendus-endus parfumnya.

3 thoughts on “Farhampton

  1. Hahahah this is a rlly funny way to tell the story behind the purchase of a perfume 😅

    Btw pafumnya HMNS emang enak enak sih, aku suka yang orgasm + eos *pasaran bgt gpapa dah org emg enak* yang farhampton ini emang wanginya strong dan masculitne kyk mas mas bgt ya tp?

    Liked by 1 person

Leave a comment