Ho’oponopono Untuk Diary

Lagi bengong dan akhirnya baca-baca diary lama tahun 2019, jaman masih normal dan belum ada Covid 19.

Saat itu setiap malam aku menyempatkan diri untuk menulis diary menggunakan teknik Ho’oponopono

Apa tuh? Silakan googling. Saya sedang malas menjelaskan panjang lebar. Singkatnya semacam kalimat ‘mantra’ untuk membersihkan hati.

Jadi sebelum tidur saya menuliskan :

1. Aku menyesal hari ini ……

2. Maafkan aku hari ini …..

3. Alhamdulillah hari ini aku …..

4. Bismillah besok …..

Begitulah upaya saya sebelum tidur mencoba untuk balik ke titik nol, supaya keesokan hari ya saat bangun pagi bisa jadi manusia yang lebih baik.

Sebuah Nasehat

Dulu saat blogwalking, saya membaca salah satu blog dan menemukan kalimat mutiara yang ‘kena banget’ di saya. Saking terinspirasinya, saya tulis kalimat tersebut di diary saya.

Kalimat tersebut begini bunyinya :

“Sebelum kamu yakin mem-posting tulisanmu, bacalah kembali. Pastikan bahwa tulisan ini mampu untuk dipertanggung-jawabkan kelak di akhirat.

Tulislah hal bermanfaat, hal yang membawa kebaikan, agar kamu beruntung : panen pahala plus bisa jadi kamu dapat bonus cuan di masa mendatang.”

Nasehat ini selalu saya ingat-ingat, tidak hanya ketika saya menulis blog. Namun juga berlaku dalam percakapan di chat whatsapp atau kolom komentar di berbagai medsos.

Saat saya menyalin ke jurnal harian saya, tidak terpikir saat itu untuk mencantumkan sumbernya dari blog mana. Jadi saya lupa siapa penulisnya. Yang pasti lewat blog ini saya berterima kasih dengan beliau atas pencerahannya.

Makasih yaa.

Emang Masih Ada Yang Baca Blog?

Begitulah pertanyaan temen saya, mantan blogger dengan nada pesimis.

Namun saya punya jawaban dong.

Saya nulis blog karena saya suka menulis. Aktifitas yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang saya. Nggak ada yang baca juga nggak papa, wong tulisan saya buat dokumentasi pribadi, bukan untuk dikomentarin.

Kadang-kadang saya pengen cerita sesuatu tapi nggak ada yang bisa diajakin ngobrol. Kadang-kadang lagi nggak ada temen yang lagi sefrekuensi. Jadi blog ini lumayan banget untuk menyalurkan hasrat bercerita biar pikiran nggak penuh.

Walau sepi, ternyata ada juga beberapa teman blog yang kerap datang, meninggalkan jejak dengan kalimat di kolom komentar.

Bahkan saya baru menyadari ketika mengetik tulisan ini, bertahun-tahun saya nulis blog, belum pernah saya dapati komentar nyinyir ala netizen X, instagram atau facebook.

Semuanya kok baik-baik ya. Menandakan bahwa lingkungan blog merupakan lingkungan pertemanan yang positif. Kan sayang kalau ditinggalin hehe.

Kalau lagi senggang, kadang saya blogwalking juga. Lalu kemarin saya terkejut sekaligus senang ketika mampir ke blog : https://arenerin.wordpress.com/2024/06/22/blogwalking-ke-5-blog-ter-favorit/

Ternyata blog saya masuk dalam 5 favorit blog versi dia. Waduh, padahal tulisannya jauh lebih bagus dan berbobot dibanding tulisan receh saya ini.

Dengan gercep saya capture, karena ini momen yang kudu cepet-cepet saya abadikan di blog ini.

Biar apa? Biar jadi penyemangat untuk tetap rajin mengisi blog ini.

Hey, Apa Kabar?

Entah siapa yang memulai.

Plurk, media sosial lama yang tidak terkenal dan penghuninya tinggal orang-orang yang itu-itu aja, akhir-akhir ini ramai membahas blog milik mereka yang sudah lama ditinggalkan.

Lalu entah motivasi dari siapa, teman-teman di Plurk beramai-ramai mulai mengaktifkan kembali blognya masing-masing.

Setelah hadir gempuran media sosial, mulai dari Facebook sampai Tiktok, perlahan blog memang makin sepi peminat.

Salah satu alasan utama mereka untuk comeback adalah dunia blog udah sepi, jadi lebih bebas untuk menulis apa aja. Intinya mereka-mereka ini tampaknya sedang rindu dan butuh ruang bebas untuk mengeluarkan segala uneg-uneg tanpa kuatir viral dan dihujat netizen maha benar.

Lalu aku? Males dong awalnya. Idih, gengsi dong ikutan latah. Hahaha.

Eh, jadi sebetulnya gini, yang bikin aku males adalah aplikasi WordPress dibeli Jetpack bulan Maret lalu. Dengan pemaksaan, aku digiring sistem untuk install Jetpack. Nah, yang menyebalkan, tiap mau bikin draft tulisan di Jetpack, aplikasinya error melulu.

Walhasil blogku mangkrak 6 bulan lamanya. Kupikir ya udahlah, biarin. Buyar yo wes.

Tapi hari ini setelah mengamati semangat nulis kembali dari para Plurker, akhirnya aku berinisiatif untuk install WordPress lagi. Jetpack, aplikasi menyebalkan itu aku coba hempaskan.

Beberapa fitur di WordPress udah nggak bisa dibuka sih, musti pake Jetpack, tapi buatku yang penting dengan aplikasi WordPress aku masih posting. Lha ini buktinya.

Jadi ya, hikmah yang bisa dipetik adalah enggg.. akhirnya aku nulis blog lagi, wahai pemirsa.

==========

Update : Oke, setelah ngedumel di blog, betapa tidak okenya aplikasi Jetpack, kini aku sadar bahwa errornya Jetpack terjadi akibat aku terlalu malas update IOS. *tepok jidat*

Tarot Untuk Menulis

Hai, ga kerasa udah 2022 aja. Udah lama juga ga nulis blog, ngecek postingan terakhir aku nulis bulan September.

Btw, mo cerita nih. Jadi selama ini aku suka ngumpulin tarot deck. Itu lho, kartu tarot yang buat ngeramal gitu.

Awalnya dulu karena suka sama ilustrasinya yang lucu-lucu. Hey, tarot tuh ga semua gothic-gothic. Banyak juga yang cute dan menggemaskan.

Jadi kalo lagi sumpek dan butuh hiburan, aku kadang memandangi kartu-kartu imut yang lucu itu.

Lalu pada suatu hari, terbersit sebuah ide untuk mencari wangsit alias ide dari kartu-kartu itu. Mulailah aku mencoba mempraktekkan untuk diaryku.

Segala macam “how to” dan “gimana kalo” atau “enaknya ngapain”, udah sering aku pake.

Dan yang menyenangkan adalah sering kali aku mendapatkan ide-ide menyenangkan dan tidak terduga. Menurut tarot reader di luar sana, kartu tarot memang bisa memancing intuisi kita.

Supaya teman-teman dapet gambaran lebih jelas, aku akan mengocok kartu-kartu imutku ini dan coba menulis sebuah tips dengan hasil menarik 3 buah kartu.

Aku akan nulis cepat berdasarkan insting awal saat lihat kartu.

Eng ing eng.

Gimana ya caranya supaya blogku ini rame?

Aku musti bisa memainkan postinganku ini dengan seimbang. Kadang isinya daging, kadang receh.

Ya udeh, fokus sama dua hal itu aja. Trus blogku juga kudu keren, kayak cewe di tarot ini (gimana tuh wkwk? Mbuh).

Rajin bersosialisasi. Blog walking kek. Silahturahmi gitu. Tinggalin jejak gitu, kasih komentar yang baik. Lha aku bales komentar aja males, gimana mau punya temen. Ckckck.

Cari temen-temen blog yang sehati dong. Yang bisa diajakin kopdar sama nongkrong bareng.

Judul blognya aja Cerita Nina. Ya, ceritain kek perjalanan hidupku yang panjang, dengan liku-liku drama yang melelahkan. *lebay*

Siapa tahu banyak yang terinspirasi.

***

Ya, kurang lebih begitulah contohnya. Seru ya. Jadi kayak ga ada alasan klasik lagi untuk bilang writer’s block.

Karena ya kan tinggal nggedabrus aja sambil lihat gambar.

Saat kalian lihat gambar tersebut, pasti punya sudut pandang yang lain tentang kartu itu. Udah pasti ideku ga sama dengan kalian. Kan gambar tarot emang punya sejuta makna.

Hmm, mungkin karena aku bukan anak indigo. Lihat setan aja ga pernah, apalagi melihat masa depan.

Aku pun bukan psikolog yang ngerti problem manusia secara teori. Lha wong, aku nyimak temen curhat aja ngantuk.

Dan yang terakhir karena aku ga sekepo orang-orang yang pengen tahu isi hati orang, masa depan atau kejadian ini itu.

Nah, daripada kepo tentang, “Apakah dia mencintaiku?” atau “Bencana apa yang melanda di tahun 2022?”. Mendingan cari ide, “Masak apa aku hari ini?”

Gitu lho. Kan kalo gitu jelas gak musyrik. Ide kan bisa kita dijalankan atau juga di skip.

Biarlah, tarot reader lainnya meramal masa depan dan memecahkan problem orang lain. Mereka berbakat dan memang punya ilmu yang mumpuni.

Kalo aku sih tydack. Boleh dong punya gaya sendiri, ga ngikut tarot reader lain.

Eh, ga cuma itu. Tumben aku awal tahun ini rajin. Jadi aku bikin blog baru gitu deh, khusus tentang tarot. Akhirnya punya blog dengan tema khusus. Yeay!

Ga puas sama itu, aku bikin akun tiktok lagi dong. Wkwkwk, kurang kerjaan emang. Ya kan ga pengen nulis mulu, kadang pengen ngoceh juga sambil pamer kartu-kartu gemoyku.

Semoga postingan awal tahun ini bisa menginspirasi teman-teman. Ayo dong, kalian check out tarot gituuu di market place, biar aku ada temennya. *mencoba meracuni*