Sedih Dan Bahagia

Saat awal membuat blog, aku menuliskan deskripsi blog : “Menemukan keindahan dalam keseharian.”

Saat itu aku memang sedang sedih, jadi kuputuskan untuk menulis hal-hal yang membuatku jadi lebih gembira.

Namun lama-lama, setelah kehidupan jadi lebih baik. Aku merasa kurang sreg menggunakan deskripsi itu.

Akhirnya kemarin aku ganti dengan : sedih dan bahagia.

Kupikir kadang-kadang aku ingin menuliskan kesedihan di sini, biar lega. Nulis sepertinya membuatku jauh lebih lega dibandingkan dengan bicara.

Aku sebetulnya pendiam. Banyak yang pengen kuceritakan tapi seringkali mampet, nggak bisa mengeluarkan kata-kata. Jadi kupikir nggak ada salahnya nulis disini, setidaknya bisa mengurai benang ruwet di kepala.

Mungkin dengan menuliskan kesedihanku di sini, aku bisa mendapatkan hikmah.

Bukankah kebahagiaan itu muncul jika kita bisa mendapatkan hikmah dari kesedihan?

Status Di Medsos

Aku tuh hobi menasehati diri sendiri di media sosial dengan kutipan-kutipan bijak gitu.

Lucunya, kadang-kadang ada yang sensitif, merasa tersindir, kemudian komplain.

Ngakak nggak sih? Pasti.

Jadi orang kok ge-er banget.

Ngapain aku kurang kerjaan nyindir orang di media sosial, kayak dia penting banget buat diomongin.

Cuih.

Eh, sebentar. Lha ini kok malah ngomongin dia di blog?

Haduuuuh…

Gemes

Gemes adalah ketika aku sedang ingin tahu tentang kabar seseorang, lalu nyari di google ternyata nggak ketemu.

***

Beberapa hari yang lalu seorang teman lama menghubungiku, apakah aku masih menyimpan nomor ponsel si x.

Aku bilang sudah lama tidak tahu kabarnya, lalu kusarankan untuk mencoba mencarinya di Google aja. Temanku bilang sudah mencarinya, tapi hasilnya nihil.

Ah, mosok sih?

Dia aja kali yang kurang pinter mengubek-ubek dunia maya.

Lalu dengan rasa penasaran, aku ikutan menelusuri juga. Google ternyata kurang sakti nih. Hari gini nama temanku sulit di googling tuh kan luar biasa aneh tapi nyata. *tepok jidat*

***

Suatu hari nanti kalau kami bertemu tanpa sengaja, aku akan berguru kepadanya, gimana caranya bisa menghilang dan tak terlacak di dunia maya.

Nulis Blog Setiap Hari

Judulnya menantang sekali, ye kan? Sungguh kelewat optimis dan sok. Hmm..

Aku kadang suka takjub kalau nemu blog yang umurnya udah 10 tahun lebih. Kok bisa mereka itu rajin nulis dan sayang sekali sama blog yang mereka miliki?

Jadi mumpung masih awal tahun, aku merevisi jadwal harian yang sudah ada, lalu memutuskan untuk menyelipkan jadwal menulis blog setiap pagi.

Setelah kuamati dengan seksama, jadwal ideal yang menurutku pas adalah pukul 05.30 – 06.00.

Misiku tuh ya, pengen aja konsisten nulis blog tiap hari. Aku kan juga pengen konsisten seperti mereka. Nggak cuma anget-anget tahi ayam lalu ninggalin blog karena bosen.

Walaupun isinya receh dan remeh gini, intinya yang penting mencoba untuk konsisten.

Moga-moga aja yang baca nggak bosen..