Cuek

“Cuek is the best.”

Entah siapa yang mengarang, siapapun anda, silakan berbangga. Pepatah usang yang masih menjadi andalan pembenaran sampai detik ini.

Terutama saat ini.

Ketika pagi buta, ketika seisi dunia berkonspirasi secara kompak. Rintik gerimis, hawa dingin dan sayup-sayup lagu lama dari radio tetangga.

Hati nurani berbisik, “Ingat. Menurut jadwal yang telah kususun, pagi ini musti olahraga. Tidak bisa tidak.”

Selimut makin posesif, bantal mendadak makin empuk, hujan makin deras.

Untuk ke 36784 kali, aku menyerah.

Nulis blog aja sambil selimutan kalo gitu.

Tips Pemalas

Sebetulnya ini rahasia, tapi kuberitahu satu hal : aku itu pemalas.

Beneran. Sumpah, demi waktu.

Padahal hidupku ini terus menerus diuber deadline. Demi ketenangan dan kedamaian, maka aku musti punya tips supaya gak deg-degan tiap kali mendengar detak jam dan tanggal di kalender.

Berbekal keahlian berselancar di dunia maya, maka kutemukan sebuah teknik untuk pemalas yang diciptakan orang Jepang. Aku lupa nama tekniknya, mau googling apa namanya, kok males.

Tuh kan, males.

Intinya adalah melakukan kegiatan cukup 2 menit aja. Yes, dua menit aja. Dua menit tuh kan ga lama, ye kan? Teknik ini sungguh ampuh untuk diriku yang malasnya udah tingkat dewa.

Contoh kasus remeh :

Cucian piring numpuk. “Cuci sekarang aja, toh cuma 2 menit.”

Buang sampah, “tinggal ambil dan buang ke bak sampah depan rumah, toh gak sampe 2 menit.”

Tempat tidur berantakan. “Aku bisa ngerapiin gak sampai 2 menit.”

Mandi. “2 menit aja deh.” *endingnya jadi setengah jam*

Sholat. “Kilat ajalah, 2 menit.” *beneran kilat kalo yg ini. Ampun*

Dan seterusnya..

Tips ini sudah kulakukan bertahun-tahun. Entah sejak kapan, aku sendiri udah lupa. Percayalah, ini ampuh sekali, karena sudah teruji olehku selama bertahun-tahun. Aku aja bisa, masa kamu enggak?

Tebakan

“…Kalau kau bertemu dengannya, tolong sampaikan bahwa aku tidak menaruh dendam padanya, dan nanti apabila perang itu tiba, aku hanya akan….”

[Sapardi Djoko Damono, “Pesan”]

***

Aku hanya akan..

akan…

… akan apa hayo?

Raket Nyamuk

Diantara obat nyamuk bakar, semprot, aromaterapi, dan sebagainya, raket nyamuk tetap ranking satu.

Sungguh sebuah penemuan jenius abad ini. Entah siapa penciptanya. Raketku sih buatan Cina.

Momen keseruan adalah saat nyamuk terjerat diantara senar raket, kemudian dengan gerakan cepat aku memijat tombol : “treeet, treeet, treeet.”

Lalu timbul aroma gosong pada nyamuk.

Rasanya puas banget !

Mandi

Mandi itu sederhana.

Tapi sederhana itu tidak mudah bagi sebagian orang.

Ada yang udah ambil handuk, tapi duduk dulu, cek ponsel. Balesin chat, email, ngintip-ngintip aplikasi. Lalu tanpa sadar udah setengah jam kalungan handuk.

Ada juga yang boro-boro ambil handuk, untuk membayangkan mandi aja udah males duluan dengan ribuan alasan. Yang dinginlah, udah malemlah, gak kemana-manalah, dan sebagainya.

Padahal mandi itu sederhana. Tinggal masuk, buka kran shower, pake sabun, bilas, selesai.

Aku berbisik pada diriku sendiri, “Jangan pernah ngaku sok hidup sederhana kalau mau mandi aja ribet.”