
“…Nasib adalah kesunyian masing-masing.” – Chairil Anwar
Jaman dulu saat aku masih rajin menulis di blog yang lama, aku punya blog favorit yang sering kukunjungi. Blog yang satu itu membuatku tergila-gila diantara puluhan blog lainnya. Update tulisannya selalu kunantikan. Aku menyukai teknik menulisnya yang menurutku aneh tapi ngangenin. No, aku tidak sedang membicarakan Kangen Band.
Dulu ada perasaan khawatir, gimana kalau suatu hari dia bosan, lalu menghapus blognya dan kemudian menghilang?
Saking sukanya dengan gaya menulis yang dia miliki, semua tulisan di blognya kuprint. Se-mu-a-nya! Bisa dibayangkan betapa ngefansnya aku saat itu..
Tahun berlalu, sampai akhirnya aku berhenti menulis blog karena kesibukan pekerjaan yang makin menggila. Aku juga malas blogwalking, sampai teman-teman blogku kulupakan begitu saja.
Beberapa hari yang lalu, ketika aku membuat blog baru ini, yang masih kuingat hanya satu alamat blog itu saja. Aku mulai mengetik alamatnya dan ternyata, wow.. masih ada lho. Sayangnya blog tersebut sudah mangkrak, dari tanggal di postingan yang terakhir, rupanya blog tersebut sudah lama ditinggalkan pemiliknya.
Aku jadi penasaran dengan kabar si penulis blog itu. Dulu aku memang menyimpan id Yahoo Messengernya, tapi tau sendiri kan kalau YM udah gulung tikar, jd aku kehilangan kontak, lalu gimana mau nanya kabarnya ya? Hmm..
Berterima-kasihlah pada teknologi mesin pencari. Jaman udah canggih, kini sudah ada Google. Mulailah aku mengubek-ubek seluruh jagad maya untuk menemukannya dengan beberapa kata kunci dari blog lama.
Apakah dia masih hidup? Apakah dia masih menulis? Lalu siapa dia sebenarnya?
Saat itu dia hanya menyebutkan nama pendeknya. Profesi dan kehidupan pribadinya sungguh misterius. Yang kutahu dari dia hanyalah hobi dan kesukaannya.
Mesin pencari memang sakti. Data yang kubutuhkan semua ada. Muncul satu persatu. Misteri terpecahkan.
Ternyata dia masih tetap tinggal di kota itu. Dan ya ampun, ya ampun, ya ampun! Ternyata dia punya kantor kecil yang sudah lama kufollow di media sosial, tanpa kutahu bahwa si pemilik kantor tersebut adalah penulis blog favoritku.
Dari mesin pencari, aku baru mengetahui wajah sebenarnya. Walah, ini sih tipeku banget. Kurus-kurus kutu buku gimana gitu. Dari data-data yang kudapat, ternyata kini dia sudah menikah. Yaaah, pemirsa kecewa..
Yang membuatku senang adalah ternyata dia masih menulis blog. Di blog barunya, tentu saja. Jadi aku merasa beruntung masih bisa menikmati tulisan-tulisannya lagi. Cuma kali ini ngggak usah diprint lah ya.
Hai, kamu yang baru kufollow blognya. Iyaa, kamu! . Masih ingat aku nggak?



