
Baca ini di Gramedia Digital. Tertarik sama covernya yang cakep berwarna hijau gelap. Awalnya kupikir ini novel terjemahan karena judulnya berbahasa Inggris, ternyata penulisnya orang Indonesia.
Kantor Rara yang nerupakan cabang ketiga perusahaan konstruksi multinasional sedang disorot kantor pusat, karena anggaran proyek membengkak hingga ratusan milyar. Sebagai kepala divisi civil engineering nasib kariernya terancam.
Tiga orang dari kantor pusat pun datang ke Malang untuk membereskan masalah proyek. Salah satu diantaranya ternyata Rahman, mantan dosennya. Rara baru mengetahui bahwa setelah perombakan manajemen besar-besaran di kantor pusat Jakarta, direktur operasionalnya digantikan oleh Rahman.
Sejak dulu Rara sebal dengan sikap Rahman saat mengajar dikelasnya, sampai suatu hari Rahman dituding terlibat skandal pelecehan seksual dengan Silvi, mahasiswi cantik di kampus dan Rara menjadi saksi kunci atas peristiwa memalukan itu.
Kini, kembali berhadapan langsung dengan Rahman membuatnya malas dan ingin menghindar. Namun hanya Rahman yang bisa menyelamatkan karirnya yang berada diujung tanduk.
Rahman yang sudah lama di Jakarta dan terpaksa ke Malang kembali mengingat kenangan masa lalunya yang pahit. Makin kesal dan ingin segera cabut dari Malang ketika mengetahui kakaknya Radid, mencalonkan diri menjadi anggota DPRD, yang salah satu tim suksesnya adalah Silvi, mantan mahasiswinya yang dulu menuduh ia menghamilinya.
Yang bisa ia lakukan sesegara mungkin menyelesaikan masalah proyek di Malang dan balik ke Jakarta. Namun pikirannya tidak bisa lepas dari Rara.
Hmm.. keseluruhan isi buku didominasi oleh dunia kerja dan segala konfliknya. Sangat dominan dibanding kisah percintaan itu sendiri. Padahal saya udah mengatur niat baca metropop dengan harapan bisa baca cerita yang galau dan menye-menye. Huh, jadi geregetan dan kurang puas. Sampai saya berpikir, ini novel metropop bukan sih?
Ya memang sih karakter yang diciptakan lempeng-lempeng aja dan tidak bucin. Bagi Rara dan Rahman, karir nomor satu, cinta nomor kesekian deh, ntar-ntar aja. Walaupun gitu endingnya manis kok. Ya namanya juga Metropop ya.
Bintang 3 deh untuk buku ini.




