Setelah beberapa bulan nggak beli buku, akhirnya tiba juga hasrat untuk mulai baca buku lagi. Yang saya pilih terbitan Gramedia tentunya.
Nah karena bukunya belum kelar saya baca, jadi mending saya tunjukkan barangnya dulu, sambil memperlihatkan betapa seriusnya Gramedia kalau memproduksi buku.
Lihatlah. Seluruh tulisan dikumpulin jadi satu di sebelah kiri atas, dengan pembeda warna kuning untuk nama si pengarang. Lalu disudut kanan atas terdapat logo Gramedia. Duh, suka banget deh. Simpel, minimalis dan nggak bikin pusing.

Ilustrasinya dibuat oleh Wulang Sunu. Beberapa tahun terakhir ini, buku terbitan Gramedia yang saya beli dihiasi oleh karyanya. Semuanya saya suka, seneng aja gitu berlama-lama ngeliatin sampul bukunya.

Bergambar seorang pria yang tidak tampan dengan gaya dan penampilannya yang sok asik dengan mantel dan topi serta kacamata kuning. Tangannya menjulurkan api. Sejujurnya saya belum paham maksud dari ilustrasi tersebut, karena belum baca.
Namun dari judulnya tentang Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong, mungkin ini kisah tentang pria tidak tampan yang mencoba melawan takdir. Iya, saya sok tau aja sih, wong belum baca.
Warna sampul shocking pink menambah kesan kalau si pria tidak tampan ini punya rasa pede yang maksimal. Iya dong, sampul warna hitam atau putih mah udah biasa. Ini udah pink, ngejreng pula.

Saat kertas pinknya dibuka, terlihat ada cetakan emboss di buku hardcover ini. Bisa jadi ciri penting untuk memudahkan ini buku asli, bukan bajakan.
Di bagian dalam ada motif monogram. Motif monogram itu kalau di tas mewah itu seperti ini :

Atau seperti ini :

Nah, di buku ini ternyata juga ada motif monogramnya. Jarang banget buku-buku cetak yang diberi motif gini.

Menariknya setelah saya amati, ekspresi wajah si Pria tidak tampan ini berbeda-beda. Ya ampun, gemes deh liatnya. Saya makin bersyukur bisa memiliki buku ini, banayak hiburannya.

Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan bonus-bonus yang bikin saya seneng.
Yang pertama adalah pembatas buku. Standar-lah ya. Banyak penerbit yang juga ngasih pembatas buku.
Namun yang ini berbeda. Pembatas pada umumnya kan cuma kotak persegi biasa ya, ini ada effortnya dong buat percetakannya, di bagian atas dibentuk sesuai ilustrasinya.

Ada tambahan quote, “Orang saleh pergi dengan mudah.” Kutipan yang sukses memancing rasa penasaran saya, jadi buku ini isinya apaan ya? Ustadz traveling gratis?
Lalu ada bonus kartu pos. Saya kurang tahu manfaatnya, karena sekarang masih jaman nggak sih kirim-kirim kartu pos?

Di baliknya terdapat curahan hati Eka Kurniawan tentang terbitnya buku ini. Ditulis dengan font ala mesin ketik mengingatkan saya jika kartu pos ini dari penulis.

Dan yang terakhir adalah bonus stempel yang ukurannya lumayan besar.

Stempel ini bergambar anjing dan kucing. Pengen nyoba, tapi belum beli bantalan stempel dan tintanya. Ntar deh nyari supaya stempel ini berguna.

Sepertinya ini bisa buat sticky note, yang didalamnya bisa kita tulis macem-macem. Kurang lebih seperti ini :

Yang terakhir dan yang terpenting, buku yang saya beli ada tanda tangan si penulis dong. Nih buktinya :

Dengan harga buku diatas 100 ribu, menurut saya harganya sepadan dengan apa yang saya dapatkan dan nikmati. Bonus-bonusnya menggemaskan. Padahal ini belum baca lho. Bayangin kalau udah baca.






