Barbie sesungguhnya punya jasa besar dalam hidup saya.
Film Barbie yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini mengingatkan masa kecil saya. Ketika saya masih umur 9-10 tahun, Barbie baru masuk Indonesia.
Saya masih ingat, iklan boneka Barbie di majalah Bobo saat itu mencantumkan harga Rp. 9.000,- Kalau sekarang harga segitu cukup murah ya, tapi saat itu, harganya selangit. Hanya teman-teman yang kaya aja yang punya.
Seorang teman dengan gaya ala Suneo, memamerkan kelebihan boneka Barbie, “Lihat, dengkulnya bisa ditekuk 90 derajat, jadi gampang kalau didudukkan di kursi.”
Saya nggak terkesima dengan boneka Barbie, sampai suatu hari ketika ke mall, ada display baru Barbie, Ken dan rumahnya. Rumah Barbie adalah rumah boneka pertama yang saya lihat. Saya langsung jatuh cinta pertama ngelihatnya. Keren banget.

Ya, begitulah. Tiap kali ke mall tersebut, saya bergegas berlari untuk mengamati rumah cantik itu. Masih inget banget, dulu harganya Rp. 250.000,- Harganya sama persis dengan meja belajar warna pink idaman saya.
Sejak saat itulah saya terobsesi punya rumah Barbie. Berhubung rumah Barbie itu permintaan yang fantastis dan sulit untuk dikabulkan, mulailah pemikiran kereatif saya bekerja.
Kalau gitu bikin sendiri aja, pikir saya. Percobaan pertama saya dari kardus sepatu. Walhasil lama-lama rumah buatan saya lumayan banyak, karena saya kan bosenan dengan yang itu-itu aja.
Beruntungnya saya, karena di rumah kami langganan majalah Asri yang selalu menampilkan foto dan ilustrasi denah rumah. Dari situlah saya belajar rumah yang bagus itu seperti apa. Tentunya dengan pemahaman anak SD ya.
Saking sukanya dan terobsesi sama rumah-rumahan, saya bertekad ingin bikin rumah beneran. Sejak itulah saya punya cita-cita jadi arsitek.
Berkat Barbie, kini saya nggak hanya bikin rumah-rumahan, tapi rumah beneran juga.
***
Nah, ketika film Barbie dipromosikan, saya langsung penasaran dong seperti apa rumahnya. Senang sekali sebuah chanel Youtube kesukaan saya, Architectural Digest mengupas rumah ini habis-habisan.
Ntar saya review rumahnya deh. Kapan-kapan aja, kalo lagi ga males ngetik.


