
Baca buku ini dengan harapan saya lebih rajin dalam segala hal. Awalnya saya pikir buku ini ngasih tips supaya tidak menunda-nunda.
Ternyata lebih bagus dari itu. Buku ini mengajarkan kita untuk menggali lebih dalam penyebab dan akarnya mengapa ada saatnya kita malas.
Malas itu macem-macem. Nggak hanya malas mengerjakan sesuatu, jenis malas yang lain seperti malas bertemu orang, malas ngomong, bahkan yang paling ekstrem, udah malas hidup.
Ciri pasti orang malas adalah rata-rata memiliki kamar yang berantakan, mereka tidak berbenah dan suka menumpuk barang seenaknya.
Seperti timbunan barang, ketika muncul masalah, mereka membiarkan masalah itu berlarut-larut sampai menumpuk dan jadi benang kusut.
Yang mengejutkan dan sepertinya bener banget adalah kalimat yang menyatakan bahwa kebanyakan seorang ibu menciptakan anaknya menjadi pemalas
Yup, tepat sekali. Ibu yang gemar menyuruh anaknya mengerjakan rumah tangga setiap saat akan menciptakan anak yang pemalas, bukan anak rajin.
Hah? Kok bisa?
Jadi gini, saat disuruh si anak sengaja menundanya karena tahu bahwa ibunya pasti akan menyuruh mengerjakan hal lain bila ia berhasil menyelesaikan tepat waktu apa yang diperintahkan ibunya itu.
Dari sudut pandang sang ibu, ia jengkel karena mengira anaknya pemalas. Namun dari sudut pandang si anak, hal tersebut adalah reaksi yang wajar dan logis.
Kebiasaan anak menunda saat disuruh akan jadi kebiasaan saat dewasa dan bekerja. Ketika diberi tugas, mereka tidak segera mengerjakan, namun sengaja menunda-nunda, karena yaa dalam benak mereka, ntar kalau udah kelar pasti dikasih kerjaan lagi.
Bener apa benerr?
Trus apalagi ya? Oh ya, kadang yang bikin malas itu karena merasa sulit mengerjakannya dan pengen udahan.
Kalau punya target berat badan turun 5 kg, lalu setelah diet dan olahraga ternyata udah turun 3 kg, pasti makin semangat.
Tapi kalau setelah diet dan olahraga cuma turun 1 kg, untuk ngelanjutin pasti jadi males dan nggak semangat lagi.
Inti akar dari segala bentuk kemalasan sebetulnya cuma satu, karena kehilangan tujuan.
Pada hakikatnya bila sebuah tujuan menghilang, akan muncul tujuan berikutnya. Nah, kalau belum nemu tujuan baru, ya udah pasti malas dong. Jadi kalau merasa malas, cari akar masalahnya ke dalam diri.
Bintang 5/5


