Curhat dulu. Akibat penjual buku salah kirim buku Paulo Chelho yang saya order & saya malas mengirim ulang untuk retur, jadi ya udah saya baca aja buku tanpa tahu resensinya.

Seperti pembaca Goodreads Indonesia yang lain yang hampir semua gagal paham maksud buku ini, ternyata saya juga nggak mudeng blass.
Bercerita tentang Brida, gadis berusia 21 tahun yang awalnya penasaran dengan pasangan jiwa. Walaupun Brida sudah punya pacar, namun dia masih belum yakin, apa iya si Lorens itu pasangan jiwanya?
Rasa penasaran tersebut membuat dia bertekad untuk mengasah intuisi dan bakatnya menjadi seorang penyihir. Penyihir di buku ini bukan seperti dongeng-dongeng yang pakai mantra-mantra gitu ya gaes ya. Penyihir yang dimaksud itu adalah orang yang paham tentang spiritualitas kuno, sehingga body and soulnya menyatu dengan alam semesta. Kira-kira gitu deh, wong saya ga mudeng.
Lalu bergurulah dia dengan Sang Magus, pria dewasa yang matang dan mempesona. Sejak awal pertemuan Sang Magus menyadari bahwa Brida adalah pasangan jiwanya. Tanda-tandanya jelas terlihat namun Magus diem aja, biarlah ntar Brida tahu-tahu sendiri suatu hari nanti.
Sang Magus mengajarkan Brida tentang Tradisi Matahari dan Tradisi Bulan. Di siang hari ia mengajari kebijakan Kosmos dan dimalam hari ia mengajari kebijakan Cinta.
Sekembalinya ke kota Brida berguru dengan Wicca, wanita dewasa. Dari beliau Brida diajarkan tentang okultisme. Seperti menbaca ramalan tarot, tarian, supernatural, misterius, yang gaib-gaib gitu deh.
Berhubung saya buta tentang okultisme dan ajaran katolik dsb, sulit sekali untuk memahami kisah ini. Ritual-ritualnya sungguh aneh dan hiyy.. ogah deh, ngelakuin ini semua. Sebagai contoh : pengikut-pengikutnya bertelanjang bulat lalu membentuk lingkaran disekitar api unggun, kemudian bercinta.
Serem.
Nggak heran kalau pembaca Indonesia pada bilang kalau gagal paham. Banyak jalan spiritual yang lebih aman, kalau ini mah.. yah, namanya juga novel.
Seperti biasa Paulo Chelho juga menyelipkan kalimat-kalimat indah dan penuh perenungan. Intinya sih buku ini memberikan pesan bahwa perjalanan spiritual tiap orang nggak sama, jadi ya nggak usah dibanding-bandingin sama diri sendiri lah ya, apalagi menuduh sesat.
Biasanya netizen +62 kan gituu. Wkwk.
Walaupun saya ngasih bintang dua, tapi kalian penasaran toh sama kisah mistis-mistis gini? Ngaku aja..
Aku membaca buku ini kira-kira baru dapet 1/4, tapi sudah tidak tertarik untuk melanjutkan. Gagal paham mencerna alur ceritanya, antara fokus perjalanan spiritual atau romansa mistik 🥲
LikeLike
Tergantung bagaimana sebuah Ritual itu diceritakan. Ritual yang saya sering lakukan pada kepercayaan yang saya anut.
Kita disuruh berjejer dan duduk dibawah tanah, dengan disoroti oleh sinar matahari ya panas.
Kami dipaksa mengakat tangan keatas sesuai instruksi yang berikan.
Setelah beberapa lama dibawah terik matahari, akhirnya ada beberapa orang suci yang memberikan kesempatan kami untuk melepas dahaga.
Namun yang diberikan hanya setetes air, dan itu kita minum dengan telapak tangan. Dan juga kita dikasi beberapa butir beras untuk kita telan.
Dan akhirnya, kita mengangkat sekotak besar buah dan kita bawa ke luar tempat suci.
Salam kenal
LikeLiked by 1 person