
Cerita bermula dari Ana, kontraktor sekaligus calon arsitek yang mendapatkan proyek merenovasi rumah tinggal tua di kawasan elit Jakarta. Supaya Ana tidak asal bongkar, si pemilik rumah, ibu Hesty, menceritakan sejarah rumah tersebut sejak dia lahir sampai akhirnya meninggalkan rumah tersebut dan pindah ke Singapura.
Tentu saja rumah gedongan itu juga menjadi saksi bisu kisah cinta para penghuni rumah, termasuk Hesty dan anak pembantu di rumah tersebut, Tigor namanya.
Kisah persahabatan anak majikan dan anak pembantu sejak bayi ini, lambat-laun menimbulkan rasa cinta. Sungguh, ini tema cerita yang klasik. Ratusan buku dan film banyak menghadirkan tema seperti ini yang tentunya disukai kebanyakan orang.
Saat memutuskan beli ini pun, mungkin sebagian orang mungkin bilang, “Duh, pilihanmu ga kreatif banget sih, kayak ga ada buku dengan tema lain aja.”
Justru disitulah yang bikin saya penasaran. Gimana caranya Tere Liye meramu tema klise ini menjadi sebuah cerita yang menarik dan tidak terkesan basi.
Seperti biasanya, Yang menarik cara berceritanya Tere Liye itu menghipnotis banget. Begitu buka halaman pertama, tangan ini serasa diborgol sama buku ini, susah banget untuk dilepas.
Dengan bahasa yang ringan tanpa kosakata yang bikin dahi berkenyit, alur maju mundurnya juga mengalirnya enak banget dan nggak bikin bingung. Saking sederhananya sampai nggak nampak quote yang nyes dihati, karena ya emang ga ada kalimat gombalan cinta.
Rasa cinta Hesty dan Tigor bukan dengan kata-kata, dari awal sampai akhir nggak ada tuh kalimat cinta dari mulutnya. Cinta mereka tercermin dari perilaku mereka sehari-sehari, jadi saya juga menerka-nerka, sebenernya mereka ini saling naksir sejak umur berapa ya?
Kedekatan mereka dengan kasta yang njomplang tentu saja membuat ayah Hesty khawatir dan berupaya memisahkan mereka. Klasik banget ya hahaha.
Walaupun antagonis, tidak membuat saya sebal dengan ayahnya. Menurut saya konflik yang terjadi sungguh realistis dan nggak didramatisir, lebih seru lagi banyak plot twist bertebaran di buku ini.
Di akhir cerita, rumah tersebut selesai di renovasi dan ada satu kejutan besar hasil renovasi dari Ana untuk Hesty, sang pemilik rumah.
Score 4/5 untuk buku ini. Karena di akhir halaman, sukses memancing imajinasi saya untuk ngayal gimana kelanjutan kisah Hesty dan Tigor.