Awalnya saya melihat judul ini karena lagi nongol gitu aja berdasarkan algoritma di Netflix.
Setelah lihat trailernya dan tahu yang main Neil Pattrick Harris, saya memutuskan untuk nonton. Sepertinya menarik, karena terakhir nonton dia di serial How I Met Your Mother, dia jadi playboy yang sok kegantengan, sok asik dan sok keren.
Nah, di serial ini dia berperan sebagai gay, sesuai realita hidupnya yang tentu saja bertolak belakang dengan karakter sebelumnya di How I Met Your Mother.

Uncoupled mengisahkan tentang pria (gay) yang patah hati setelah berpasangan selama 17 tahun. Lalu berusaha bangkit dan move on lagi. Intinya begitu deh.
Sebetulnya patah hati mau gay atau enggak, ya pasti sama-sama pedihnya. Cuma yang bikin Michael galau, karena di umur 40+, kalo mulai cari pasangan lagi, dia merasa ga mudah.
Nah, serial ini modelnya seperti Sex n The City atau Emily In Paris, yang sebetulnya secara pribadi bukan seleraku. Kalo temen-temen pernah nonton serial itu tuh berasa kayak lagi baca majalah Cosmopolitan. Seperti nonton iklan brand-brand ternama dengan durasi 30 menit.
Penyelamat serial-serial itu menurut saya adalah setting lokasinya outdoor. Emily kalo di Paris tapi settingnya studio doang pasti saya skip. Begitu juga dengan Sex n The City. Karena mata saya kadang perlu hiburan lihat tempat-tempat cantik.
Begitu juga dengan Uncoupled. Kelebihan serial ini di mata saya adalah bisa tahu dikit-dikit gaya hidup seorang agen properti mewah di New York.
Baiklah, saya bikin pengakuan dulu disini kalo sejujurnya hobi saya kalo lagi ngganggur berat itu nontonin dagangan agen properti luar negeri di Youtube.
Kaga tau kenapa, suka aja gitu ngelihat mereka menawarkan surga dunia dengan rayuan mautnya bahwa dengan memiliki properti tersebut hidup anda akan gini gitu.
Broker ter-oke yang saya tontonin biasanya agen properti yang di US. Ngecapnya udah bukan kecap bango lagi. Kapan-kapan saya ulas deh disini kalo ga males.
Back to Uncoupled.
Jadi yang membuat saya bertahan nonton ini karena properti dagangannya dia ciamik-ciamik. Dengan view yang menawan, material dan desain yang apik. Ngiler deh saya tiap lihat settingnya.
Mana settingnya di NYC pula, plus banyak adegan malam hari dengan kelap-kelip lampu bangunan pencakar langit. Plus musiknya juga enak, vibenya tuh jadi aduuh, andai aku crazy rich, udah saya DP tuh propertinya.
Belum lagi si Michael ini punya sahabat yang sering ngundang dia di art gallery. Mata saya melek lihat artwork yang dipajang. Entah itu untuk kebutuhan serial atau ngiklan beneran seperti Chanel atau Dior di Sex n The City.
Jadi perlu ditonton ga nih?
Kalo temen-temen suka Sex n The City atau Emily In Paris, pasti tidak menyesal. Kalo ga suka, mendingan waktu luang dipake untuk nonton yang lain.