Rumah Kaca

Kalau kalian tinggal di Surabaya pasti sudah tidak asing lagi sama foto di atas ini. Ini rumah kaca warna-warni yang berada di Taman Mozaik. Taman ini diresmikan oleh Pemkot Surabaya tahun 2019. Jadi lumayan baru.

Nah, kemarin saat saya lagi nontonin video 4K yang jalan-jalan disekitar pelabuhan di kawasan Lower Manhattan, tiba-tiba saya lihat ini :

Jeng.. jeng.. jeng. Zoom in. Zoom out. *kamera ala sinetron*

Seketika itu juga saya langsung terpikir tentang instalasi rumah kaca di Taman Mozaik itu.

Terus terang saya nggak tahu siapa yang bikin rumah kaca yang instagramable itu di Surabaya. Itu nyontek atau terinspirasi, entahlah. Saya nggak terlalu mempedulikan itu.

Tapi saya pengen bahas yang di Brooklyn aja.

Setelah mencari tahu ternyata instalasi ini didesain oleh Tom Fruin, seniman yang dikenal dengan karya instalasinya yang berskala besar.

Setelah lihat-lihat beberapa karyanya (di Google), akhirnya saya mengambil kesimpulan kalau ciri khasnya Fruin tuh selalu menggunakan material baja dan plexiglass.

Beberapa karyanya bisa ditemukan di seluruh dunia dari Detroit hingga Buenos Aires.

Instalasi Fruin terbesar hingga saat ini, seri Watertower, dipasang di beberapa atap di seluruh New York City dan di seluruh USA. Salah satunya seperti ini nih :

Saat ini di Brooklyn, Mei sampai September 2022 ada 2 instalasi berbentuk rumah yang dipamerkan, yang merupakan karya pertama Fruin dalam seri ICON.

Konsep ICON ini menunjukkan struktur bangunan sehari-hari yang sering dilihat orang. Seperti rumah, menara air, kincir angin, dan banyak lagi.

Konsep desain Icon ini dimulai pada tahun 2010 dengan pembuatan Kolonihavehus, lalu disusul dengan Watertower dan lainnya. Semuanya dibuat di Brooklyn.

Yang pertama seni instalasi rumah ini dinamakan Kolonihavehus. Saat ini sedang dipamerkan dipinggir pelabuhan (Pier 17) Brooklyn.

Nggak cuma Kolonihavehus doang, Fruin juga bikin model lain yang dinamakan Hi 5 Taxi Cab. Seperti ini nih :

Hi 5 Taxi Cab yang terletak di Heineken Riverdeck ternyata kreasi terbarunya dia untuk merayakan ulang tahun ke 10 karya Fruin yang paling terkenal, Watertower.

Yang menarik, dari dalam rumah, kita bisa melihat pemandangan Jembatan dari balik jendela.

Seru ya, ga hanya menikmati keindahan instalasinya aja, tapi dari dalam ‘rumah’nya ini pengunjung bisa mengabadikan warna-warni dan keindahan jembatan serta gedung-gedung bertingkat dari balik jendela.

Uncoupled

Awalnya saya melihat judul ini karena lagi nongol gitu aja berdasarkan algoritma di Netflix.

Setelah lihat trailernya dan tahu yang main Neil Pattrick Harris, saya memutuskan untuk nonton. Sepertinya menarik, karena terakhir nonton dia di serial How I Met Your Mother, dia jadi playboy yang sok kegantengan, sok asik dan sok keren.

Nah, di serial ini dia berperan sebagai gay, sesuai realita hidupnya yang tentu saja bertolak belakang dengan karakter sebelumnya di How I Met Your Mother.

Uncoupled mengisahkan tentang pria (gay) yang patah hati setelah berpasangan selama 17 tahun. Lalu berusaha bangkit dan move on lagi. Intinya begitu deh.

Sebetulnya patah hati mau gay atau enggak, ya pasti sama-sama pedihnya. Cuma yang bikin Michael galau, karena di umur 40+, kalo mulai cari pasangan lagi, dia merasa ga mudah.

Nah, serial ini modelnya seperti Sex n The City atau Emily In Paris, yang sebetulnya secara pribadi bukan seleraku. Kalo temen-temen pernah nonton serial itu tuh berasa kayak lagi baca majalah Cosmopolitan. Seperti nonton iklan brand-brand ternama dengan durasi 30 menit.

Penyelamat serial-serial itu menurut saya adalah setting lokasinya outdoor. Emily kalo di Paris tapi settingnya studio doang pasti saya skip. Begitu juga dengan Sex n The City. Karena mata saya kadang perlu hiburan lihat tempat-tempat cantik.

Begitu juga dengan Uncoupled. Kelebihan serial ini di mata saya adalah bisa tahu dikit-dikit gaya hidup seorang agen properti mewah di New York.

Baiklah, saya bikin pengakuan dulu disini kalo sejujurnya hobi saya kalo lagi ngganggur berat itu nontonin dagangan agen properti luar negeri di Youtube.

Kaga tau kenapa, suka aja gitu ngelihat mereka menawarkan surga dunia dengan rayuan mautnya bahwa dengan memiliki properti tersebut hidup anda akan gini gitu.

Broker ter-oke yang saya tontonin biasanya agen properti yang di US. Ngecapnya udah bukan kecap bango lagi. Kapan-kapan saya ulas deh disini kalo ga males.

Back to Uncoupled.

Jadi yang membuat saya bertahan nonton ini karena properti dagangannya dia ciamik-ciamik. Dengan view yang menawan, material dan desain yang apik. Ngiler deh saya tiap lihat settingnya.

Mana settingnya di NYC pula, plus banyak adegan malam hari dengan kelap-kelip lampu bangunan pencakar langit. Plus musiknya juga enak, vibenya tuh jadi aduuh, andai aku crazy rich, udah saya DP tuh propertinya.

Belum lagi si Michael ini punya sahabat yang sering ngundang dia di art gallery. Mata saya melek lihat artwork yang dipajang. Entah itu untuk kebutuhan serial atau ngiklan beneran seperti Chanel atau Dior di Sex n The City.

Jadi perlu ditonton ga nih?

Kalo temen-temen suka Sex n The City atau Emily In Paris, pasti tidak menyesal. Kalo ga suka, mendingan waktu luang dipake untuk nonton yang lain.

Deco Kit BTS

Beberapa waktu yang lalu teman saya memamerkan jurnalnya yang isinya pemujaan dia terhadap BTS, boyband asal korea.

“Buset, kayak anak SMA aja bikin kliping idola.”
“Biarin.”

Lalu dia menjelaskan, bahwa BTS mengeluarkan bahan-bahan journaling untuk pecinta BTS.

Saya ga mudeng. Lalu ditunjukkan gambar produknya ke saya. Kayak gini nih :

Jadi isi box ini printilan yang menurut saya, sumpeh kaga penting dan unfaedah. Tapi setelah saya hayati dengan seksama, ih lucu juga ya.

Jadi di dalam box itu udah disedikan notebook dengan segala perlengkapan journaling serba BTS, kayak postcard, stiker, foto, sampe watshi tape alias isolasi.

Bayangin washi tapenya aja motifnya BTS. Pinter banget emang manajemennya BTS ini bikin gimmick-gimmick untuk menguras dompet remaja (dan emak-emak).

Ketika saya intip harganya di market place sekitar 350.000. Wah, sama kayak biaya listrik saya sebulan tuh. Tapi kalo buat pecinta BTS, kayaknya kudu punya deh.

Cuma kalo semua disediakan bahannya, kayaknya kurang seru ya. Aku inget waktu masih langganan koran dan majalah dulu, suka banget bikin kliping. Rasanya hepi banget kalo pas nemu artikel yang saya cari.

Saya bukan penggemar BTS, tapi lihat gini, terus terang saya iri banget dan berharap banget musisi kesukaan saya bikin gimmick begini.

John Mayer, bikin gih.

Dibalik C.H.R.I.S.Y.E

Sudah puluhan kali saya mendengar lagu C.H.R.I.S.Y.E. yang dibawakan Diskoria, Laleilmanino, dan Eva Celia. Cuma baru nyadar kemarin kenapa dikasih judul C.H.R.I.S.Y.E.

Oke, mungkin penemuan saya ini udah basi, tapi saya baru tahu nih. Maklum manusia gua, jarang update hal-hal ginian. Jadi ga papa, tulis aja disini, lumayan buat bahan postingan.

Saya tahu lagu ini saat tanpa sengaja mendengar dari algoritmanya Youtube. Mungkin sebelumnya karena saya dengerin albumnya Chrisye. Berhubung nyimaknya sembari kerja, saya nggak terlalu peduli lirik dan mencari tahu lebih lanjut tentang lagu ini.

Ya begitulah, saya dengerin lagu ini lumayan sering karena suka iramanya. Sampai kemarin, saya menyadari kok sayup-sayup denger kalimat “…serasa Galih dan Ratna.”

Setelah itu sepintas denger “… Lalu ku yakin badai pasti berlalu. Lilin-lilin kecil pun merayu.”

Eh, lho. Bentar, bentar. Itu kan judul lagunya Chrisye. Saya mulai curiga dan akhirnya kepo untuk mencari tahu liriknya. Setelah googling dan mulai membaca liriknya, baru nyadar kalo lirik lagu ini merupakan kumpulan judul-judul lagu yang pernah dibawakan Chrisye.

Nih, saya tunjukkin liriknya, yang di-bold itu setelah saya amati ternyata judul lagu-lagu Chrisye.

Andai aku bisa
Menjadi seperti yang kau minta
Ku jadi juwita
Kala cinta menggoda

Tak peduli jika
Surga dan neraka tak pernah ada
Yang penting kau ada
Meski tanpa panah asmara

Mengapa sabda alam belum jua satukan kisah?
Kita bersama

Cintaku bertepuk
Harap yang tak ada
Rintihan nada asmara
Ingin ku kembali ke masa remaja
Serasa Galih dan Ratna
Yang kumau kau untukku, meskipun kau tak rindu
Engkau aku suka

Aku ingin cinta
Tebar semerbak percik pesona
Wahai angin malam
Bantu aku merepih alam

Meskipun kidung ini terlalu
Ku yakin badai pasti berlalu
Lilin-lilin kecil pun merayu
Pijar hatimu

Ternyata cinta di hadapan hatimu
Hanya kesenian lain

Menarik ya! Kok terpikir sih bikin ginian. Saya surprise banget lho. Dan lucunya lagi coba perhatiin bait yang ini :

C-intaku bertepuk
H-arap yang tak ada
R-intihan nada asmara
I-ngin ku kembali ke masa remaja
S-erasa Galih dan Ratna
Y-ang kumau kau untukku, meskipun kau tak rindu
E-ngkau aku suka

Huruf kapital kalau dibaca menurun, bacanya CHRISYE. Seru kan?

Ya begitulah penemuan receh saya hari ini. Sementara itu dulu, saya belum nemu lagi hal-hal yang tersembunyi di balik lirik lagu ini.

Setidaknya lagu ini bisa jadi pengantar untuk generasi muda yang belum pernah dengar lagu-lagunya Chrisye dan mulai pengen tahu lagunya berdasarkan judul lirik lagu tersebut.

Coba deh dengerin liriknya :