Tadinya saya pikir serial Friends tuh sitcom terbaik yang pernah saya tonton, ternyata pemikiran saya berubah setelah nonton Seinfeld di Netflix.

Namanya juga sitcom ya, ceritanya biasanya seputar kehidupan sehari-hari. Jerry Seinfeld, komedian kondang ini memerankan dirinya sendiri.
Disetiap episodenya, adegan awalnya selalu dibuka dengan Jerry yang sedang naik panggung membawakan stand up comedy. Dari situlah bergulir kisah lucu sehari-hari tentang dia dan 3 orang kawannya.
Jerry seorang komedian yang tinggal sendiri di sebuah apartemen di NYC, tetangga depannya si Kramer, sering main ke apartemennya Jerry sembari ngubek-ngubek isi kulkasnya Jerry, nyari-nyari camilan.
Kramer ini ah, udahlah. Penuh kejutan, dia tuh kharismanya aneh. Manusia unik hahaha. Pria dengan profesi ga jelas tapi selalu beruntung dan ada aja rezekinya. Idenya banyak, kadang jenius walau banyak konyolnya.

Selain Kramer, sahabat baiknya Jerry yang bernama George kadang mampir ke tempat Jerry. Hobinya curhat tentang kehidupan, seakan-akan dia manusia paling menderita di muka bumi. Pria drama deh pokoknya.

Dan sebagai pemanis, ada Elaine. Mantannya Jerry yang kemudian jadi sahabat. Walau dia satu-satunya wanita di sitcom ini, sayangnya 3 pria ini sama sekali tidak tertarik dengannya, begitu juga Elaine, dia mah ogah banget sama 3 pria antik-antik itu. Lagian pacarnya Elaine biasanya ganteng-ganteng dan tampak mapan jaya.

Jadi asik gitu nontonnya. Murni persahabatan tanpa bumbu-bumbu cinta. Bener-bener kisah 4 sekawan yang punya kehidupan beda-beda dan kadang ngumpul bareng, ngalor-ngidul ngomongin macem-macem.
Di season 1 & 2 saya tertatih-tatih nonton ini. Kayak mo ninggalin tapi ga rela. Sampai suatu hari sampailah di season 3.
Saya saranin kalo mau nonton, langsung ke season 3 aja.
Saya merasa banyak perubahan dari season sebelumnya. Terasa banget perbedaannya. Di season 3 ep. 1 saya mulai terkesima, “Astaga, ini dia nih model tontonan yang aku idam-idamkan.” Berlanjut ke ep. 2, 3, dst. Seinfeld makin bagus.
Ceritanya sederhana, tapi kejutannya ada aja. Guyonannya cerdas dan tiap nonton aku mikir, “eh, gila, kok kepikiran nulis skenario kayak gini ya?”. Mungkin itu salah satu faktor mengapa serial ini bisa bertahan lama dari 1989 sampai 1998 dengan 172 episode. Bahkan di tahun 2022 pun guyonannya ga terasa basi.
Menariknya dari 4 sekawan itu kalo disuruh milih mana yang favorit, dengan bingung saya jawab, nggak tau. Semuanya sejajar, ga ada karakter yang menonjol, porsinya sama rata. Kalo di serial Friend, saya masih bisa milih karakter yang saya suka, kalo di Seinfeld, mon maap susah milihnya. Semua favorit.
Kalo kalian udah nonton, pasti juga bakal bingung jawab kalo ditanya karakter favorit dari serial ini. Ga percaya? Nonton ajaa.