Sepertinya ini yang pertama dan terakhir aku bahas parfum, karena sejujurnya aku buta sama hal yang satu ini.
Beberapa waktu yang lalu, aku beli parfum secara online tanpa mengendus dulu baunya atau minimal cari tahu dulu deh ini aromanya gimana. Istilahnya penggemar parfum, blind-buy.
Yayaya, kalian bisa baca postingan blogku sebelumnya tentang bagaimana keputusanku yang sentimentil membeli parfum HMNS Farhampton. Aku sarankan untuk baca tulisanku sebelumnya, biar nyambung.
Berhubung di kolom komentar ada yang nanya gimana reviewnya, ya udah aku review deh. Tentu saja reviewnya juga sentimentil, bukan ala fraghead yang menjelaskan dengan teori dan penciuman tajam, setajam silet.
Jadi aku beli ini karena ada kata ‘Farhampton’. Sebuah nama tempat fiktif yang diciptakan untuk serial How I Met Your Mother (HIMYM).

Saat tahu bahwa Farhampton ini tempat fiktif di antah berantah, terbersit dalam hati, “Wah, nemu juga alasan tempat pelarian baru selain Timbuktu.” Emang Timbuktu dimana sih? Itu lho yang ribuan kilometer dari Kota Bebek.

Eh, kok ngelantur ya. Mari kita mulai reviewnya.
Kesan pertama saat lihat kemasannya aku suka sama logo farhampton dengan payung kuning yang menggantikan huruf O.

Serial HIMYM ini memang identik dengan payung kuning milik wanita yang kelak jadi istrinya Ted Mosby.

Di bagian belakang box parfum ada sebuah paragraf yang mengingatkanku dengan salah satu adegan fenomenal, di momen Ted pertama kali kenalan sama wanita berpayung kuning.

Oke, saatnya membuka kotak kemasan dan mulai menyemprot. Kesan pertama yang kudapat adalah hmm, ini wangi pria.
Walau ini katanya parfum unisex yang bisa dipakai pria dan wanita, aku merasa ini jelas wangi pria. Bukan wangi pria alay, tapi juga bukan wangi pria tajir. Wangi pria tampan? Eeng, nggak juga.
Yang pasti kalau dibayang-bayangkan ini bukan parfumnya Marshall. Sebagai orang yang sok bijak, tampaknya ini bukan parfum yang cocok untuk dipakai dia. Sebagai lawyer, parfum ini juga kurang berwibawa untuknya.

Aroma ini juga bukan Barney banget. Bukan parfumnya fuckboy yang hobi gonta-ganti cewek. Parfum ini terlalu biasa untuk dipake playboy sepertinya. HMNS Farhampton ini parfum dengan aroma pria baik-baik.

Yang paling mendekati mungkin, yaaa, ini aroma pria yang biasa-biasa aja. Yang tampaknya pas dipake untuk pria single di awal 30 tahun ke atas dengan karir yang gitu-gitu aja.
Singkatnya ini bukan parfum pria mapan, ganteng, rapi, berbadan bagus. Yes, ini parfum yang cocok dipake Ted Mosby, pria baik-baik dengan spesifikasi yang biasa-biasa aja.

Kalo menurut HMNS aromanya adalah :
– Top notes : bergamot dan ripe fruit.
– Middle notes : lavender, orange blossom.
– Base notes : cedar, tonka bean, labdanum.
Mengingat parfum ini diciptakan ketiga founder HMNS untuk mengenang nostalgia nonton HIMYM saat jaman kuliah dulu, jadi ya makin menguatkan kesan bahwa ini parfum pria yang belum mapan jaya.
Tapi aku nggak nyesel beli ini. Beneran deh. Sumprit. Kalau baca postingan sebelumnya, keputusanku untuk membeli parfum ini mungkin terkesan konyol, absurd dan irasional.
Tapi ketika aku menyisihkan waktu untuk ‘membaca’ dan merenungkan semuanya, aku menemukan garis merah yang menjembatani satu kejadian dengan kejadian yang lain.
Eng ing eng.
Singkat kata, semesta mengiringku untuk memiliki parfum itu.
Entah dari mana datangnya hidayah itu, hanya karena saat nonton aku penasaran dengan kata Farhampton, akhirnya aku spontan klik ‘pause’ dan mulai bergerak untuk mencari tahu dimanakah Farhampton itu berada.
Hasilnya memang nihil, karena itu tempat fiktif. Tapi aku malah menemukan Farhampton yang lain. Seperti quote dalam serial HIMYM :

Kurang lebih begitulah kira-kira. Kalau katanya Carl Jung, namanya synchronicity. Kebetulan yang bukan kebetulan.
Synchronicity menurut Carl Jung adalah hukum alam yang ditunjukkan melalui serangkaian kebetulan yang memiliki pesan tersirat bagi yang mengalaminya.
Serangkaian kejadian yang disebut kebetulan yang bermakna bisa terjadi kapanpun. Saking pasnya, pada kondisi tertentu, aku bisa merasakan bahwa semua kejadian yang kebetulan itu adalah sebuah skenario yang mendorongku untuk memiliki parfum ini.
Oke, mungkin kalian pikir aku lebay dan mencari pembenaran. Ketahuilah, bahwa aku sudah lama sekali nggak beli parfum. Terakhir beli dengan niat dan perasaan itu tahun 2009. Udah lama banget ya. Setelah itu parfum yang kupunya hanyalah hadiah dan oleh-oleh dari teman dan kerabat.
Ya mungkin ini memang momen yang pas untuk punya parfum baru setelah sekian lama.
Saat ini aku nonton HIMYM udah di season 10, yang artinya ini season terakhir dan sebentar lagi tamat. Jadi aku nggak akan lihat Ted Mosby dkk lagi seperti malam-malam sebelumnya. Untungnya aku punya parfum ini, jadi besok-besok kalo kangen sama si Ted, tinggal semprot parfumnya aja. *mulai halu*.
Untuk HMNS, thank you so much udah repot-repot bikin parfum seri ini. Kayaknya parfum ini diciptakan untuk aku. *Ge-er amat, siape elu.*
Seperti kata Barney, aku yakin HMNS Farhampton ini suatu hari nanti akan jadi ‘LEGEN.. wait for it.. DARY’. Yes, legendary.


