Youtuber Berusia Matang

Belakangan ini makin banyak Youtuber baru yang wara-wiri di beranda saya.

Yang menarik adalah mulai banyak Youtuber berusia matang. Sebut saja Helmy Yahya, Gita Wirjawan, Sandiaga Uno, William Wongso dan masih banyak lagi.

Karena mereka adalah orang-orang yang sudah mencapai kesuksesan, maka banyak sekali ilmu dan pengalaman yang bisa mereka bagi ke penonton Youtube.

Saya yang sejak dulu tidak pernah subscribe orang di Youtube, sekarang jadi mulai buru-buru subscribe supaya tidak ketinggalan kuliah mahal yang bisa saya dapatkan secara gratis.

Bahkan saya suka sekali channel Ahmad Dhani saat beliau membagi pengetahuannya tentang politik dan wawasan kebangsaan. Saya kok merasa lebih suka dia jadi politikus daripada musisi.

Yang menarik adalah Mario Teguh. Seorang motivator yang cukup terkenal. Dalam channel Youtube miliknya, beliau menjadi food vlogger.

Iya, teman-teman tidak salah baca, beliau mereview makanan dengan gayanya yang berbeda dari food vlogger lainnya.

Beliau bisa mereview nasi rames sederhana menjadi makanan yang kesannya mewah dan elegan.

Food vlogger harus waspada nih, kehadiran beliau mewarnai jagad kuliner sungguh berbahaya.

Dengan munculnya Youtuber baru berusia matang dan memberikan wawasan dan pengalaman, membuktikan bahwa Youtube tidak hanya untuk kaum milenial saja.

Malah yang berusia matang ini dengan mudah mendapatkan iklan dan endorse.

Setiap selesai nonton Youtube mereka, saya bersyukur, ilmu saya bertambah dan makin termotivasi dalam menjalani kehidupan.

Ekstrovert Atau Introvert?

Sekitar 15 tahun yang lalu, saya sedang dekat dengan seorang pria. Dia itu hobinya ngetes saya dengan pertanyaan jebakan yang berbasis psikologi.

Salah satu pertanyaan yang masih saya ingat begini :

„“Kalau ada atasan yang ingin tahu lebih banyak tentang kamu, dia menawarkan dua hal :

1. Kamu mempersilahkan dia masuk kekamarmu selama satu jam, melihat semua barang dikamarmu, isi lacimu, lemari bajumu, semuanya deh. Hanya satu jam dan cuma sekali aja.

2. Kamu bersedia makan malam di restoran setiap minggu selama setahun untuk ngobrol dan lebih mengenalmu.

Kamu pilih yang mana?“

Saya yang waktu itu masih fresh graduate, dengan yakin bilang,“ nomor 2 dong! Kan enak, tiap minggu ditraktir makan.“

Dia bilang,“Tapi kamu bakal dikorek-korek selama setahun lho. Kalau aku sih pilih nomor 1.“

„“I don’t care. Saya nggak mau orang asing masuk ke kamar saya dan mengacak-ngacak seisi kamar. Kamar adalah area private, jadi mendingan saya ngobrol di tempat umum selama setahun.“

***

Prinsip saya beberapa tahun yang lalu itu sudah berubah.

Kalau hari ini saya ditanya pertanyaan itu lagi, saya bakal jawab nomor satu.

Kalau sekarang, mendingan orang tersebut masuk kamar selama satu jam dan mendapatkan info yang dia mau, lalu keluar dan nggak mengganggu hidup saya lagi.

***

Saya nggak tahu mana yang benar. Nomor satu atau nomor dua.

Saya juga nggak yakin apakah ini tes untuk membuktikan saya introvert atau ekstrovert.

Apakah yang introvert itu dulu ataukah sekarang? Saya juga nggak tahu sampai sekarang, maksudnya ngetes ini juga buat apa.

Yang saya tahu, bahwa prinsip saya ternyata bisa berubah seiring dengan waktu dan pengalaman.

Playlist di Spotify

Malam minggu kemarin sungguh membosankan karena nggak tahu musti ngapain.

Daripada mati gaya dan kurang hiburan, maka aku iseng-iseng bikin playlist di Spotify.

Kayaknya seru kalau dikategorikan sesuai suasana hati. Jadilah aku mendadak sibuk memilih lagu-lagu favorit.

Seperti ini playlistnya :

Pengen Reuni

Kumpulan lagu-lagu yang pernah hits saat aku sekolah dulu.

Lagu-lagu yang sering dinyanyikan sama teman-teman di kelas sambil gitaran dan yang jadi lagu wajib saat pensi hahaha..

Pulang Kantor

Saat lelah bekerja dan dalam perjalanan pulang ke rumah, pengennya denger lagu yang bikin rileks tapi ga bikin ngantuk. Semacam musik-musik lounge gitu deh.

Keriuhan Pesta

Jangan salah tebak. Ini bukan kumpulan lagu ajeb-ajeb. Playlist yang satu ini berisi kumpulan musik yang kira-kira cocok kalau aku bikin pesta. Pesta versi diri sendiri. Musiknya juga beragam, dari 80‘s, 90‘s sampai 2000-an.

Mojok Sambil Ngopi

Kebayang nggak kalau lagi mojok di kedai kopi sendirian, pengennya ditemenin sama lagu-lagu sederhana dengan gitar atau piano dan yang yaaa gitu deh..

Aroma Amrik

Ini kumpulan lagu-lagu yang mengingatkanku pada Amerika.

Kalau temenku tiap denger lagu pop natal, jadi inget film-film yang berlatar New York, suasana menjelang natal dan musim salju.

Nah, kalau aku beda lagi. Kalau denger lagu yang ada bluesnya dikit, rasanya kayak dilempar kesana.

Di atap Gedung

Pernah dengerin lagu yang bikin kita jadi pengen menyendiri di atas gedung tinggi lalu melihat pemandangan kota dari atas?

Nah, aku ngumpulin lagu-lagu yang cocok nih.

Berjemur di Pantai

Bayangkan kalau kita lagi leyeh-leyeh di tepi pantai, sambil minum jus dan baca buku. Lagu-lagunya pasti yang riang gembira dan bernuansa musim panas.

Di bawah Shower

Ini mah kumpulan lagu-lagu galau hahaha.. Yang didengerin sambil galau ga jelas dibawah shower..

Nyepi di Gunung

Nah kalau ini, nikmat di dengerin di gunung sambil duduk pake jaket tebel dan makan pop mie anget-anget..

Mager di Rumah

Playlist yang ini masih random. Yang enak aku kumpulin aja disini.

Nyessss

Kumpulan lagu-lagu yang menyesakkan dada hahaha. Beberapa juga jadi soundtrack hidupku.

Naik Kereta

Lagu-lagu yang cocok untuk menemaniku dalam perjalanan.

Kadang-kadang kangen sama jaman dulu yang kalau pergi ribet bawa walkman, beberapa kaset dan cadangan baterai. Kalau sekarang ditemenin Spotify ajalah.

Yuk Tidur

Tentu saja ini kumpulan lagu yang bikin ngantuk.

Diuber Deadline

Nah kalau yang ini kebalikan dari playlist Yuk Tidur. Yang ini ga boleh bikin ngantuk, kudu melek, ga boleh merem.

Sudah Setahun

Awalnya cuma iseng Ingin nulis di pagi hari Sembari menyeruput kopi

Lalu aku terjebak di sini Sibuk bercerita pada dunia

Teman baru bermunculan Ilmu berdatangan Dan hey, Kini aku bisa nulis puisi !

Tempat yang bikin bahagia Tempat yang selalu kurindukan

Selamat ulang tahun blogku