Sebagai anak blog, aku kadang butuh journal kecil untuk mencatat ide yang terlintas di benak.
Ciyee, kayak yang rajin nulis blog aja.
Jadi di sabtu pagi yang santai ini, aku akan membahas journal favorit yang menurutku menarik.
Moleskine

Ini jenis journal buatan Italy yang paling digilai banyak orang. Bahkan banyak sekali kolektornya yang rajin nguber saat Moleskine mengeluarkan edisi khusus.
Dengan cover dari bahan kulit yang kuat, penampilan Moleskine tampak elegan dan terlihat mahal.
Ya emang mahal keleues.. Kalau nggak salah paling murah 300 ribuan deh.
Yang membuatku ngiler kalau lihat moleskine, journalnya bisa dibuka sampai flat 180 derajat, karena jahitannya yang bagus.
Udah gitu jahitannya yg terlihat kuat membuat tidak mudah untuk dirobek.
Lalu ada karet dibagian kanan yang diletakkan secara vertikal. Teman saya pernah berkomentar, „“Buset, buku dikaretin doang aja harganya selangit.“

Lha tapi justru bagian itu yang bikin aku tergila-gila sama moleskine.
Beberapa tahun belakangan ini aku menggunakan journal dari Miniso yang prinsipnya seperti Moleskine.
Karena budget dan sejuta alasan irit, aku pake moleskine ala-ala.
Yang penting kan ada karet vertikal dibagian kanan. *Prinsip*
Journal ala ala moleskinenya menurutku kualitas kertasnya bagus. Bisa jadi alternatif untuk sobat misquen.
Kalau moleskine beneran punya ga? Oh, tentu saja belum, tapi suatu hari aku harus memilikinya.
Midori‘s Traveler‘s Notebook

Yang hobi traveling biasanya punya journal jenis ini. Ini journal yang diproduksi oleh Traveler’s Company dari Jepang.
Karena journal ini ditujukan untuk orang yang sedang berpergian maka dibagian tengah dikasih karet supaya tiket dan nota2 yang diselipkan nggak kececeran.
Desainnya yang minimalis, simple, fungsional dan klasik, membuat jutaan orang penggemar journaling jatuh cinta.
Bahkan ada komunitas pecinta midori ini, yang sering kali memamerkan foto isi journalnya yang keren-keren itu di Instagram.

Yang aku suka dari Midori ini, bahannya sederhana dari kulit asli. Tahu sendiri kan kalo usia bahan kulit makin tua makin keren.
Trus isinya bisa dibongkar pasang kalau udah habis ditulis, jadi covernya bisa dipakai seumur hidup.
Ide yang jepang sekali. Sungguh minimalis.
Journal Ciptaanku
Dua jenis journal yang sudah kubahas diatas tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Jadi setelah lama menggunakan 2 jenis tersebut, kupikir-pikir kenapa nggak bikin sendiri ya.
Aku pengen journal seperti Midori yang bisa dicopot-copot notesnya, jadi fleksibel gitu. Aku kan bosenan orangnya. Kalo bosen tinggal ngganti isinya.
Lalu aku mendambakan karet yang vertikal. Karet horisontal dimidori menurutku kurang ringkes, aku lebih suka karet ala moleskine.
Dengan ide yang menurutku cemerlang itu, aku menghubungi mbak Tarlen (IG : vitarlenology), minta dibikinin seperti yang kumau.
Jadilah seperti ini :

Journal ini udah setahun lebih aku miliki. Sangat ideal untuk dibawa kemana-mana. Ukuran A6 buatku pas, nggak besar & nggak terlalu kecil.
Oh ya, untuk refilnya biasanya aku beli di kamimemo (ada di tokopedia). Aku udah mencoba beberapa penjual notes. Menurutku ini yang terbaik. Kualitas kertasnya tidak tebal tapi spidol nggak tembus.

Mulai nulis di journal yuk, kurang-kurangin pake gadget melulu.
Happy journaling!