Hai gengs!
Udah lama ya nggak nulis blog, sampai ketinggalan banyak cerita dari blog-blog lain.
Jadi apa kabar nih? Mungkin sama seperti kalian. Selama virus corona merajalela, aku work from home.
Bulan ini aku sudah sampai dalam taraf statis, jenuh dan butuh asupan untuk menghibur diri.
Twitter, Instagram dan Youtube sudah tak sanggup menghiburku.
Entah dari mana datangnya hidayah itu, hati ini tergerak untuk bikin akun Tiktok. Iyaa, akun alay yang sumprit nggak penting itu.
Awalnya aku upload video-video dari ponsel. Kupikir lumayan juga nih, bisa masukin video 1 menit ditambahin lagu-lagu cakep.
Daripada nyimpen di Youtube yang ribet dengan edit sana-sini, belum lagi nggak bisa masukin musik yang bisa aja dibungkam Youtube.
Oke. Fixed. Aku bikin Tiktok sebagai sarana penyimpanan video sehari-hari.
Lalu…
Hari berikutnya, video joget-joget receh seliweran di beranda Tiktok. Dalam hati berbisik, “Gak! Gak bakal aku joget-joget hina kayak gitu.”
Tapi apalah daya diriku. Aku tuh ternyata manusia yang lemah dan nggak tahan dengan godaan dunia. Nyoba ah, sekali aja. Videonya di private deh.
Abis bikin, “Ah, dipublish ajalah, toh nggak ada yang tahu juga aku bikin Tiktok.” Satu video, video kedua, ketiga dan seterusnya..
Tahu-tahu udah banyak aja.
Apa kabar Blog, Instagram, Twitter? Ya mangkrak dong, akibat keasikan punya kehidupan baru di Tiktok.
Aku emang gitu anaknya. Munafik. Dulu bilangnya najis, lha kok sekarang kecanduan.
Ah, aku sungguh bangga sama diriku.
Joget-joget lalu divideoin dan ditonton banyak orang. Kurang nekad apa coba?
Saat di rumah melulu, aku mencoba keluar dari zona nyaman dengan mencoba hal baru yang nggak pernah terbersit dibenakku sama sekali.
Buatku yang introvert akut, ini sebuah prestasi.
Gimana dengan kalian? Adakah hal baru yang dicoba saat corona melanda?