Status Di Medsos

Aku tuh hobi menasehati diri sendiri di media sosial dengan kutipan-kutipan bijak gitu.

Lucunya, kadang-kadang ada yang sensitif, merasa tersindir, kemudian komplain.

Ngakak nggak sih? Pasti.

Jadi orang kok ge-er banget.

Ngapain aku kurang kerjaan nyindir orang di media sosial, kayak dia penting banget buat diomongin.

Cuih.

Eh, sebentar. Lha ini kok malah ngomongin dia di blog?

Haduuuuh…

Membaca Ulang

Pernahkah kamu membaca kembali buku yang sudah 20 tahun tidak dibaca?

***

Kemarin saat makan siang, seorang temen asyik membicarakan tentang buku lama berjudul Dunia Sophie karangan Jostein Gaarder. Aku ingat kalau dulu pernah memiliki dan membacanya.

Sejak obrolan makan siang, aku kok tiba-tiba jadi kangen pengen baca lagi. Terakhir baca itu saat kuliah, jadi udah 20 tahun yang lalu. Wuih, lama juga ya.

Karena buku itu dipinjam teman kuliahku dan tidak pernah dikembalikan, jadi kuputuskan untuk membeli lagi. Kurasa buku itu layak untuk kumiliki kembali. Sambil menanti paketnya, sementara ini aku baca e-booknya dulu.

***

Tadi malam, aku mulai membacanya. Baru satu bab dan isinya memang asyik.

Saat pertama kali membaca itu aku masih muda banget. Pemahaman saat itu pastinya beda dengan hari ini.

Ah, nggak sabar nungguin paketnya datang.

Gemes

Gemes adalah ketika aku sedang ingin tahu tentang kabar seseorang, lalu nyari di google ternyata nggak ketemu.

***

Beberapa hari yang lalu seorang teman lama menghubungiku, apakah aku masih menyimpan nomor ponsel si x.

Aku bilang sudah lama tidak tahu kabarnya, lalu kusarankan untuk mencoba mencarinya di Google aja. Temanku bilang sudah mencarinya, tapi hasilnya nihil.

Ah, mosok sih?

Dia aja kali yang kurang pinter mengubek-ubek dunia maya.

Lalu dengan rasa penasaran, aku ikutan menelusuri juga. Google ternyata kurang sakti nih. Hari gini nama temanku sulit di googling tuh kan luar biasa aneh tapi nyata. *tepok jidat*

***

Suatu hari nanti kalau kami bertemu tanpa sengaja, aku akan berguru kepadanya, gimana caranya bisa menghilang dan tak terlacak di dunia maya.

Nulis Blog Setiap Hari

Judulnya menantang sekali, ye kan? Sungguh kelewat optimis dan sok. Hmm..

Aku kadang suka takjub kalau nemu blog yang umurnya udah 10 tahun lebih. Kok bisa mereka itu rajin nulis dan sayang sekali sama blog yang mereka miliki?

Jadi mumpung masih awal tahun, aku merevisi jadwal harian yang sudah ada, lalu memutuskan untuk menyelipkan jadwal menulis blog setiap pagi.

Setelah kuamati dengan seksama, jadwal ideal yang menurutku pas adalah pukul 05.30 – 06.00.

Misiku tuh ya, pengen aja konsisten nulis blog tiap hari. Aku kan juga pengen konsisten seperti mereka. Nggak cuma anget-anget tahi ayam lalu ninggalin blog karena bosen.

Walaupun isinya receh dan remeh gini, intinya yang penting mencoba untuk konsisten.

Moga-moga aja yang baca nggak bosen..

Resolusi 2020

Marilah kita tengok dulu dua tahun ke belakang.

Tahun 2018 aku bikin resolusi untuk hidup foya-foya. Saat itu kupikir-pikir setelah lulus kuliah dan bekerja, hidupku kok kurang hedon hahaha. Jadi kuputuskan tahun 2018 untuk lebih banyak bersenang-senang.

Ternyata untuk hidup foya-foya tidak semudah yang kubayangkan. Mengeluarkan uang untuk hal-hal kecil yang nggak penting itu ternyata susah juga, rasanya nggak ikhlas hasil kerja untuk dihamburkan saat itu juga.

Jadinya tahun 2018 adalah momen yang sibuk untuk mengubah sudut pandang dari hidup sederhana menjadi lebih giat berfoya-foya.

Berhasilkah? Nggak juga hahaha. Tapi setidaknya tahun itu aku nggak medit-medit amatlah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

***

Tahun 2019 aku bikin resolusi untuk lebih memilih kualitas ketimbang kuantitas dalam hal apapun.

Mulai dari mengurangi daftar yang kufollow di media sosial, menjadi tidak lebih dari 10 akun. Lalu mengurangi jumlah aplikasi dan menggunakan aplikasi yang betul-betul penting di telepon selular, berusaha untuk makan makanan sehat, hanya menyimpan barang-barang berkualitas dirumah dan kantor.

Dan masih buanyak lagi.

Sejujurnya banyak hal-hal yang kurang menyenangkan di tahun 2019, tapi resolusi memilih kualitas daripada kuantitas membantu hidupku lebih ringan sehingga aku tidak terlalu stres.

Nggak kebayang deh kalau aku nggak memilah prioritas yang paling berkualitas, lalu hanyut hidup carut marut dengan berbagai ujian yang hadir di tahun 2019. Bisa edan mungkin.

Sekarang tahu kan, kenapa aku kembali bikin blog di tahun 2029. Ya, biar nggak kebanyakan sambat di medsos aja hahaha.

***

Lalu bagaimana dengan tahun ini?

Tahun ini sederhana aja dan nggak usah muluk-muluk. Resolusi tahun 2020 ini, aku akan memperhatikan penampilanku dan membuat wajahku lebih ceria.

Udah gitu aja.