Sebetulnya aku termasuk dalam golongan orang-orang yang jarang baca novel. Tapi ada saat dimana aku ingin sekali baca novel yang ringan dan menye-menye.
Seorang teman menyarankan untuk install Wattpad saja. Lalu aku install dan tercengang. Wah, banyak cerita gratisan yang bisa dibaca.
Jadi sepertinya udah dua tahun lebih aku mengenal Wattpad.
Kadang-kadang kalau lagi baca cerita di Wattpad sering geregetan dan gemes, karena temanya itu-itu melulu.
Bad boy suka sama cewek pendiam atau cewek tajir suka sama cowok miskin, sampai banyak yang menulis tentang pernikahan sandiwara. Mungkin banyak yang terinspirasi dari drama korea ya.
Lalu timbul kalimat nyinyir dalam benakku.
“Yaelah, pede amat sih, cerita kayak gini di masukin, klise banget, kayak ga ada tema lain yang lebih berbobot aje.”
Nyinyiranku kalau lagi baca Wattpad cukup sadis, nggak jauh beda sama netijen julid.
Lama-lama aku menyadari bahwa nyinyir adalah tanda tak mampu. Bisanya sirik aja.
Padahal mereka yang menulis di situ setidaknya udah melakukan sesuatu. Udah selangkah lebih maju dari aku. Walaupun ceritanya gitu-gitu aja, setidaknya mereka berproses.
Lha aku? Hahaha.. malu ah. Bisanya baca doang.
Jadi mulai kapan nih, mencoba nulis di Wattpad?
Eeeng, tahun depan deh.
Yaaah..



